Indonesia Pertahankan Ketahanan Pangan di Tengah Guncangan Global: Menteri

Jakarta (ANTARA) – Ketahanan pangan Indonesia tetap relatif aman menghadapi gangguan logistik global dan lonjakan harga yang berasal dari ketegangan geopolitik yang meningkat, ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

“Meskipun ada masalah internasional, geopolitik, dan perang, pasokan pangan kita tetap terjaga,” ujarnya usai rapat di Jakarta pada Selasa.

Hasan menekankan bahwa Indonesia telah berhasil mempertahankan pasokan pangan yang memadai, meskipun termasuk negara yang mengalami kenaikan harga akibat geopolitik yang memburuk.

Dia menyebutkan tren harga yang mengkhawatirkan itu karena kasus nyata di mana perang di Timur Tengah memperpanjang waktu pengiriman secara signifikan, yang akhirnya berakibat pada biaya distribusi dan logistik yang lebih tinggi.

Menteri itu menggarisbawahi bahwa meningkatnya kekhawatiran keamanan di wilayah tersebut memaksa “kapal-kapal pengangkut mengambil jalan memutar, memperpanjang perjalanan dari 20 hari menjadi lebih dari 60 hari.”

Dia juga memperingatkan adanya tekanan energi yang muncul, mencatat bahwa kenaikan harga bahan bakar penerbangan mendorong naiknya biaya penerbangan.

Hasan menambahkan bahwa satu dampak nyata dari situasi saat ini pada Indonesia adalah gangguan pada pasokan bahan baku plastik, di mana petani di beberapa wilayah mengandalkan karung plastik untuk menangani dan mengangkut beras.

“Ada peningkatan signifikan dalam harga plastik,” katanya, mengacu pada laporan pemerintah bahwa tingkat harga telah melonjak hingga 80 persen.

Dalam latar belakang ini, menteri meyakinkan publik bahwa ketahanan pangan Indonesia tetap stabil, didukung oleh cadangan beras yang kuat.

Klaimnya sejalan dengan laporan Kementerian Pertanian yang menyatakan bahwa cadangan beras pemerintah mencapai 4,6 juta ton per 7 April—tingkat tertinggi yang tercatat—menyediakan penyangga pasokan diperkirakan hingga 11 bulan, bahkan di tengah risiko El Niño.

MEMBACA  Bos OJK Bocarkan Calon Pengganti Iman Rachman sebagai Dirut BEI

Hasan mengatakan ketahanan ini mencerminkan dampak dari agenda hilirisasi Indonesia dan upaya berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi.

Berita terkait: Keseimbangan pangan nasional aman di tengah gejolak global, El Nino: Bapanas

Berita terkait: Stok beras Indonesia kuat di tengah ketidakpastian, El Niño: menteri

Berita terkait: Menteri Sulaiman berupaya menjadikan Indonesia kekuatan super pangan global

Penerjemah: Aria Ananda, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar