Indonesia Perluas Sistem Penerimaan Siswa Menuju Pendidikan Inklusif

Jakarta (ANTARA) – Indonesia memperluas akses pendidikan inklusif melalui sistem penerimaan murid baru yang diperbarui. Sistem ini dirancang buat menjamin kesempatan yang sama bagi semua anak, termasuk mereka yang punya kebutuhan khusus dan latar belakang kurang mampu, ujar Menteri Pendidikan pada Senin.

Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti menyebutkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menghadirkan empat jalur – domisili, prestasi, afirmasi, dan pindahan – untuk memperluas akses ke sekolah berkualitas di seluruh Indonesia.

“Jalur afirmasi membuka peluang lebih lebar bagi anak berkebutuhan khusus dan dari keluarga tidak mampu untuk mengakses pendidikan,” kata Mu’ti.

Dia mengatakan sistem ini bertujuan memastikan tak ada anak yang tertinggal, terlepas dari latar belakang sosial, ekonomi, atau geografis. Ini merupakan bagian dari upaya lebih besar untuk meningkatkan pemerataan di sektor pendidikan.

Selain akses, Mu’ti menekankan kerangka penerimaan ini juga mendukung inklusi sosial dan agama. Sekolah diharapkan dapat mencerminkan keberagaman Indonesia.

Dia menyatakan lembaga pendidikan harus menjadi ruang di mana perbedaan dianggap sebagai kekuatan, bukan hambatan, dan mendorong rasa saling menghargai di antara siswa.

Pemerintah mendorong sekolah untuk menumbuhkan sikap terbuka terhadap keberagaman. Siswa tak hanya diajak menghormati perbedaan, tetapi juga saling mendukung perkembangan satu sama lain.

Mu’ti mencatat inklusivitas juga harus menyentuh keberagaman budaya dan agama, serta kesenjangan ekonomi yang sering membatasi akses pendidikan.

Untuk mendukung pelaksanaannya, kementerian berupaya menambah jumlah guru pendamping terlatih bagi siswa berkebutuhan khusus melalui Program Pelatihan Pendidikan Inklusif.

Inisiatif ini dilihat sebagai langkah penting untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik yang punya keterampilan dan komitmen dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif.

“Ini adalah bagian dari upaya kami memastikan pendidikan inklusif bukan hanya konsep, tetapi dipraktikkan di kelas,” ujar Mu’ti.

MEMBACA  Pelatih Persib Menilai Dewa United Lebih Kuat Dibanding Musim Sebelumnya

Kebijakan ini sejalan dengan misi keempat “Astacita” Presiden Prabowo Subianto, yang memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan, sains, dan teknologi.

Berita terkait: Indonesia dorong pendidikan inklusif untuk semua siswa
Berita terkait: Pemeritah prioritaskan akses inklusif dalam sistem PPDB 2026

Penerjemah: Sean, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar