Indonesia Perkuat Pasar Domestik di Tengah Ketegangan Global

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya memperkuat pasar dalam negeri untuk mengantisipasi dampak dari konflik geopolitik global yang sedang berlangsung.

“Itu merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pasar domestik kita,” ujarnya pada Jumat, 6 Maret.

Hartarto merujuk pada serangan terbaru oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang menciptakan ketidakpastian dan memengaruhi stabilitas di beberapa sektor ekonomi, termasuk transportasi dan logistik.

“Transportasi terganggu, khususnya pada rute yang terhubung dengan Timur Tengah. Beberapa penerbangan dibatalkan, termasuk yang transit melalui Dubai, Qatar, dan Doha, di mana sekitar 90 juta penumpang melintasi kawasan itu setiap tahun. Ini berdampak signifikan baik bagi Eropa maupun Asia,” katanya.

Dia menambahkan bahwa kegiatan pengiriman barang juga terdampak, dengan beberapa kapal tidak dapat beroperasi normal, mendorong pemerintah untuk tetap hati-hati dalam mengelola ekonomi hingga akhir tahun.

Hartarto mengatakan pemerintah karena itu harus mengeksplorasi berbagai alternatif untuk mengatasi gangguan di sektor-sektor yang terdampak.

“Kami mencari alternatif lain karena ini bukan pertama kalinya kami mengalami situasi seperti ini. Berdasarkan pengalaman masa lalu, pemerintah tentu akan merespons dengan cepat,” ujarnya.

Menurut Hartarto, pemerintah memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga dalam menyiapkan langkah-langkah mitigasi, termasuk dengan Kementerian Perdagangan, yang memainkan peran kunci dalam perdagangan domestik dan internasional.

“Saya berbicara dengan Menteri Perdagangan. Kita harus melindungi produksi dalam negeri karena setiap negara mencari pasar yang besar. Indonesia, dengan populasi sekitar 287 juta jiwa, merupakan pasar terbesar di ASEAN,” katanya.

Selain memperkuat pasar domestik, Indonesia telah mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentahnya dari Timur Tengah ke Amerika Serikat untuk memastikan pasokan energi yang cukup.

MEMBACA  Pilihan ETF Pasar Total yang Lebih Baik untuk Dibeli

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengonfirmasi pada 4 Maret bahwa proses impor sedang berjalan, dan menambahkan bahwa pengiriman tidak dapat dilakukan sekaligus karena kapasitas penyimpanan minyak mentah negara yang terbatas.

Berita terkait: Perlindungan pasar domestik tetap prioritas pemerintah: Menteri

Berita terkait: Presiden jamin investor soal stabilitas pasar di tengah gejolak domestik

Penerjemah: Arnidhya Nur Z, Resinta Sulistiyandari
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar