Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial menyatakan tahun ini akan fokus untuk meningkatkan kualitas data, memperbaiki akurasi penargetan bantuan sosial, dan memperluas partisipasi masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, saat ditemui di Jakarta pada Jumat, mengatakan bahwa amanat pertama Presiden kepada Kementerian adalah memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi dasar bagi semua kebijakan dan program perlindungan sosial pemerintah.
Keakuratan DTSEN dianggap sangat penting dalam menentukan penyaluran bantuan sosial.
Oleh karena itu, Yusuf mengatakan, Presiden telah meminta konsolidasi data secara nasional dengan Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Kementerian diberi tugas untuk mendukung pembaruan data secara terus-menerus. Amanat kedua adalah memastikan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran melalui perbaikan data yang berkelanjutan.
Dia mencatat bahwa pemerintah telah memindahkan lebih dari tiga juta keluarga penerima manfaat bantuan sosial reguler (KPM) kepada warga yang lebih memenuhi kriteria sepanjang tahun ini.
Selain itu, pemerintah juga telah mengalihkan lebih dari 11 juta penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat yang dianggap lebih berhak berdasarkan data sosial-ekonomi yang telah diperbarui.
Amanat ketiga ialah membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya dalam proses pembaruan data.
“Artinya data terus diperbaharui setiap tiga bulan. Bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi, Kementerian Sosial juga telah membuka layanan pusat komando 24 jam di 021-171 dan menyiapkan layanan berbasis WhatsApp untuk memperluas jangkauan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap pelaksanaan ketiga amanat tersebut dapat menghasilkan data sosial-ekonomi yang lebih akurat, sehingga semua program Kementerian dapat benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Berita terkait: Indonesia alihkan fokus dari bantuan ke pemberdayaan dalam anggaran sosial 2026
Berita terkait: Indonesia targetkan 300.000 keluarga lulus dari program bantuan pada 2026
Penerjemah: Prasetyo, Kenzu
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026