Jakarta (ANTARA) – Pemerintah sedang menyiapkan perumahan sementara untuk para korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, seperti diinformasikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah menyiapkan hunian sementara, dengan program yang sudah berjalan. Dilanjutkan dengan rencana hunian tetap, sebagai bagian dari rekonstruksi dan rehabilitasi,” ujarnya di sini pada Selasa.
Saat ini, pemerintah memprioritaskan upaya tanggap darurat di tiga provinsi tersebut, karena pencarian korban masih berlangsung dan beberapa wilayah masih terisolasi.
“Ketika fase darurat mulai mereda, kami akan melanjutkan dengan membangun hunian sementara dan permanen. Untuk saat ini, fokus kami pada evakuasi dan penyediaan logistik penting. Setelah itu, kami akan memulai rehabilitasi dan rekonstruksi,” lanjut Yusuf.
Menteri menginformasikan bahwa BNPB sedang menghitung, merencanakan, dan melakukan pemetaan lapangan untuk warga yang membutuhkan tempat penampungan sementara.
“Kami akan melibatkan pemerintah daerah dalam pembangunan perumahan permanen. Wilayah akan menyediakan lahannya, dan perumahan akan dibangun secara bertahap,” catatnya.
Ia juga merinci kendala yang masih ada di lapangan, terutama dalam mengevakuasi warga yang terperangkap di daerah yang tidak dapat diakses melalui darat.
“Bahkan Walikota Sibolga butuh dua hari untuk keluar dari longsoran, menunjukkan betapa beratnya tantangannya. Kemarin, saya mendampingi Presiden ke beberapa lokasi, dan kondisinya kini mulai membaik,” kata Yusuf.
Lebih lanjut, kantornya terus membantu warga terdampak banjir di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Per Senin (1 Desember), total nilai bantuan logistik stok penyangga yang disalurkan kementerian ke tiga provinsi mencapai Rp14,5 miliar.
Kementerian juga mengerahkan layanan bantuan melalui dapur umum dan dapur mandiri, dengan anggaran total sekitar Rp4,5 miliar.
Dapur-dapur ini beroperasi di beberapa lokasi, dengan kapasitas melayani sekitar 30.000 makanan per hari di Sumatera Barat (Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan).
Sumatera Utara melayani sekitar 30.000 makanan per hari di 12 lokasi (Mandailing Natal, Langkat, dan Tapanuli Utara); dan Aceh melayani sekitar 28.000 makanan per hari di 7 lokasi (Subulussalam, Pidie Jaya, dan sekitarnya).
Menurut data BNPB, jumlah korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 631 jiwa, dengan 472 dilaporkan hilang. Jumlah korban luka-luka sebanyak 2.600 orang, dengan 1 juta orang mengungsi.
Berita terkait: Ed Ministry mobilizes US$800 thousand to rebuild disaster-hit schools
Berita terkait: Religious Affairs Ministry raises Rp155 bln for Sumatra flood relief
*Penerjemah: Lintang Budiyanti Prameswari, Resinta Sulistiyanda
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2025*