Jakarta (ANTARA) – Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa progres pembangunan tahap pertama program Kampung Nelayan Merah Putih sudah mencapai 50 persen.
Trenggono mengatakan program Kampung Nelayan Merah Putih ini rencananya akan dikembangkan di 65 lokasi. Proyek ini menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis.
“Iya, progresnya sudah 50 persen untuk fase pertama, dan semoga bisa selesai cepat pada bulan Februari,” ujar Trenggono kepada para wartawan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program pembangunan pesisir yang mendukung kesejahteraan nelayan, mata pencaharian berkelanjutan, dan pertumbuhan ekonomi kelautan.
Program ini bertujuan mengubah perkampungan nelayan menjadi pusat yang modern, produktif, dan kompetitif dengan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui perbaikan fasilitas dan akses pasar yang lebih baik.
Trenggono juga melaporkan kepada Presiden Prabowo tentang perkembangan pembangunan tambak udang di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, yang saat ini masih dalam pengerjaan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memulai pengembangan kawasan budidaya udang terpadu di wilayah tersebut, dengan nilai investasi mencapai US$500 juta.
“Kami juga melaporkan bahwa pengembangan tambak udang di Waingapu saat ini sedang berjalan,” katanya.
Proyek budidaya udang Waingapu telah ditetapkan sebagai program strategis nasional yang bertujuan memperkuat industri akuakultur Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Berita terkait: Sebanyak 19 kampung nelayan mulai beroperasi dan ekspor: Kementerian
Penerjemah: Fathur Rochman, Kuntum Khaira
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026