Indonesia mengirimkan pengiriman bantuan ketiga untuk korban gempa Myanmar

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia, pada hari Kamis, mengirimkan fase ketiga bantuan kemanusiaan untuk korban gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda Myanmar minggu lalu.

Paket bantuan, dengan berat 124 ton dan bernilai Rp20,89 miliar, terdiri dari makanan siap saji, obat-obatan, peralatan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya seperti selimut dan tenda darurat.

“Sebagaimana yang diinstruksikan oleh Bapak Presiden, Indonesia mengirimkan bantuan kepada saudara-saudara kita (di Myanmar), dan ini juga bagian dari bantuan yang kami kirim pada 31 Maret,” ujar Menteri Luar Negeri Sugiono, yang mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam upacara pelepasan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Sugiono juga meminta delegasi Indonesia untuk menjaga keselamatan dan berkoordinasi efisien dengan otoritas setempat untuk memastikan pelaksanaan misi kemanusiaan berjalan dengan cepat dan sukses.

Selama upacara pelepasan, menteri memeriksa logistik yang disiapkan dan menyapa secara langsung petugas yang bergabung dalam misi di Myanmar.

Bantuan dikumpulkan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan organisasi kemanusiaan swasta.

Dua pesawat kargo mengangkut bantuan 124 ton tersebut, sementara 65 personel Indonesia yang dikerahkan untuk misi kemanusiaan di Myanmar naik pesawat jet jumbo Garuda Indonesia 747 yang disewa pada hari Kamis.

Penerbangan akan singgah di Banda Aceh sebelum melanjutkan ke Naypyidaw, ibu kota Myanmar.

Bantuan pada hari Kamis mengikuti pengiriman bantuan kemanusiaan pertama, bantuan darurat seberat 12 ton yang diangkut oleh pesawat C-130J-30 Super Hercules TNI Angkatan Udara Indonesia, yang tiba di Myanmar pada hari Senin (31 Maret).

Pengiriman kedua, yang dilakukan pada hari Selasa (1 April), terdiri dari bantuan logistik berupa 20 unit tenda darurat, selimut, sarung, dan makanan siap saji dari Kementerian Pertahanan, logistik tambahan dari BNPB, dan truk operasional dari Badan SAR Nasional (Basarnas).

MEMBACA  Program pejuang yang dipimpin oleh Inggris masih terbuka untuk mitra pembayaran

Juga bergabung dalam penerbangan pengiriman bantuan 1 April adalah 39 personel dari berbagai kementerian dan lembaga, membentuk tim penjelajah maju untuk Myanmar, yang diangkut dengan pesawat C-130J-30 yang sama.

Berita terkait: Indonesia akan mengirimkan lebih banyak bantuan untuk Myanmar yang terkena gempa: Sugiono

Berita terkait: Indonesia siap membantu dalam gempa Myanmar-Thailand: Presiden

Berita terkait: Indonesia mengirim bantuan, USAR ke Myanmar yang terkena gempa

Translator: Andi Firdaus, Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Tinggalkan komentar