Jakarta (ANTARA) – Indonesia berkomitmen untuk mempertahankan swasembada pangan setiap tahun setelah secara resmi mencapai swasembada beras pada tahun 2025, kata Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, menepis keraguan bahwa pencapaian ini hanya sementara.
Berbicara di acara panen nasional di Karawang, Jawa Barat, Prabowo menyatakan Indonesia telah membuktikan skeptis itu salah dan akan terus melakukannya tiap tahun, memperluas swasembada tak hanya untuk beras tetapi juga jagung, singkong, dan bawang putih.
"Setiap tahun kita akan buktikan—swasembada," ujarnya.
Data pemerintah menunjukkan Indonesia memproduksi sekitar 34,7 juta ton beras pada 2025, melebihi konsumsi domestik sekitar 31 juta ton sehingga menghasilkan surplus lebih dari 3 juta ton, menurut Badan Pangan Nasional.
Indonesia tidak mengimpor beras pada 2025, sementara stok beras nasional di awal 2026 mencapai sekitar 12,5 juta ton, termasuk cadangan pemerintah yang rekor sebanyak 3,25 juta ton.
Presiden Prabowo juga menyebut pemerintah berencana memperluas produksi perikanan dan peternakan untuk meningkatkan gizi bangsa dan memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.
Angka resmi menunjukkan pencapaian ini turut meningkatkan kesejahteraan petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan swasembada beras telah langsung meningkatkan kemakmuran petani, dengan Nilai Tukar Petani (NTP) Indonesia mencapai 125,35 pada Desember 2025—level tertinggi yang pernah tercatat—mencerminkan hasil dan pendapatan pertanian yang lebih kuat.
Prabowo menandai pencapaian ini dengan upacara simbolis menumbuk padi bersama petani dan menteri kabinet.
Berita terkait: Prabowo targetkan 1.100 desa perikanan pada 2026 untuk perkuat ketahanan pangan
Berita terkait: Indonesia dorong pertanian modern untuk swasembada pangan
Penerjemah: Genta Tenri Mawangi, Martha Herlinawati Simanjunta
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026