Pekanbaru (ANTARA) – Pemerintah Indonesia berencana memanfaatkan program transmigrasi nasional sebagai alat untuk membangun kawasan ekonomi terpadu. Caranya dengan mengoptimalkan komoditas dan keunggulan lokal, memperbaiki infrastruktur, serta memberdayakan warga.
“Misi kami adalah memastikan program transmigrasi tidak hanya memindahkan orang, tapi juga dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran dan warga setempat,” kata Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di Festival Nanas 2026 di Kabupaten Kampar, Riau, pada Sabtu.
Berbicara di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT), dia menyebutkan kementerian telah menyiapkan demplot di kompleks BPPMT untuk proyek pertanian dan budidaya percontohan di kawasan transmigrasi.
“Kami berencana mengembangkan budidaya nanas, ikan nila, ayam, dan tanaman hidroponik di kawasan-kawasan transmigrasi,” tambah Mauladi.
Lebih lanjut, wamen itu mengatakan pemerintah ingin mempromosikan budidaya nila sistem bioflok dan penanaman hidroponik di kawasan transmigrasi yang meliputi pulau Batam, Rempang, dan Galang di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tujuannya untuk membangun kemandirian ekonomi dan swasembada pangan di sana.
Dia menyatakan program transmigrasi sedang diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, dengan fokus pada sumber karbohidrat dan protein hewani.
“Pada 2026, kami akan prioraskan pemenuhan kebutuhan protein hewani, antara lain dengan budidaya ikan nila teknologi bioflok di kawasan transmigrasi,” jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya, pemerintah akan meningkatkan fasilitas dan infrastruktur utama di kawasan transmigrasi—seperti jalan, jembatan, dan sekolah—untuk merangsang kegiatan ekonomi dan menarik investasi.
“Kami membayangkan kawasan transmigrasi bisa tumbuh sebagai wilayah investasi strategis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” imbuhnya.
Dia berharap pendekatan baru terhadap program transmigrasi ini dapat ditiru di seluruh Indonesia, sehingga kawasan transmigrasi bisa menjadi pusat ekonomi yang berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Dalam kunjungannya ke BPPMT, wamen meninjau demplot, menanam bibit nanas, memberi pakan ikan nila, melepas benih ikan, serta berbincang dengan petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).