Indonesia Impor 160.000 Truk Koperasi dari India, China, dan Jepang

Jakarta (ANTARA) – Indonesia mengimpor 160 ribu mobil pikap dari India, China, dan Jepang untuk mendukung koperasi yang didirikan dibawah program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), diumumkan oleh perusahaan pangan negara PT Agrinas Pangan Nusantara.

Agrinas adalah perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk membangun dan menyediakan fasilitas serta peralatan penting untuk lebih dari 80 ribu koperasi desa, bekerja sama dengan militer, sesuai instruksi presiden tahun 2025.

“Kami sudah menyetujui untuk membeli sebanyak 160 ribu unit,” kata Direktur Utama Agrinas Joao Angelo de Sousa Mota di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta pada Selasa.

Dia menjelaskan bahwa perusahaan memilih kendaraan impor karena pabrik di Indonesia tidak memproduksi mobil pikap penggerak empat roda.

“Semua mobil 4×4 disini diimpor. Tidak ada yang diproduksi lokal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mota menyebutkan bahwa Indonesia bertujuan untuk mendatangkan 13.600 pikap buatan Mitsubishi Jepang, 10 ribu unit dari Hino, dan 900 dari Isuzu, serta 13 ribu unit dari Foton China.

“Sisanya akan diimpor dari India,” tambahnya, sambil mencatat bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp200 triliun (sekitar US$11,7 miliar) untuk impor ini.

Namun, dia tidak mengungkapkan berapa banyak truk yang sudah tiba di Indonesia.

Pada Senin (30 Maret), Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengonfirmasi bahwa pemerintah telah mulai mendistribusikan mobil pikap ke koperasi desa meski tidak menyebut jumlah pastinya.

“Sudah ada pikap yang didistribusikan ke KDMP. Saya yakin kendaraan ini layak dan memadai untuk mendukung operasional koperasi,” katanya kepada media di Jakarta.

Dia menekankan bahwa pemerintah akan terus secara bertahap mendistribusikan kendaraan operasional ke koperasi yang sudah menyelesaikan pembangunan fisiknya.

MEMBACA  Tiba di Polda Metro, Pandji Beberkan soal Mens Rea: "Tak Ada Persiapan Khusus"

Sebelumnya, Juliantono melaporkan bahwa pemerintah telah memulai pembangunan fasilitas untuk 34.500 KDMP, dengan 2.500 yang sudah selesai. Dia mengatakan konstruksi untuk 10.000 koperasi diperkirakan akan selesai pada Agustus atau September.

Berita terkait: Indonesia bangun fasilitas untuk 34.000 koperasi desa, 2.500 selesai

Berita terkait: Menteri serukan persatuan untuk majukan program koperasi desa

Penerjemah: Arnidhya Nur, Tegar Nurfitra
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar