Indonesia Dorong Etika dalam Penggunaan dan Pengembangan Kecerdasan Buatan

Yogyakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia mendorong para pemangku kepentingan untuk memasukkan pertimbangan etika dalam pengembangan dan penggunaan kecerdasan buatan (AI).

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan pada Jumat bahwa kasus penyalahgunaan AI, seperti memanipulasi foto orang lain, dapat terjadi ketika teknologi digunakan tanpa panduan etika.

"Oleh karena itu, kami mendorong agar penggunaan dan pengembangan AI memasukkan perspektif etika. Dengan kata lain, harus digunakan secara etis," ujarnya setelah membuka workshop AI Talent Factory di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Pemerintah saat ini menyiapkan dokumen kebijakan AI untuk melengkapi peta jalan nasional AI, yang diharapkan terbit sebagai Peraturan Presiden dalam waktu dekat.

"Kami harap pengembangan AI mempertimbangkan aspek etika, apa yang kita sebut ethics by design," kata Nezar.

Dia menjelaskan, pendekatan ini mengintegrasikan pertimbangan etika sejak tahap desain, termasuk apakah jenis konten tertentu seharusnya dibuat.

"Misalnya, konten yang menyentuh sentimen agama atau pornografi. Kita bisa lihat betapa mudahnya aplikasi AI generatif menghasilkan gambar mengandung unsur tersebut," jelasnya.

Dia menyerukan para pengembang agar tetap waspada terhadap risiko ini dan mengembangkan pengamanan teknologi yang sesuai.

"Kami tidak membatasi inovasi. Namun, saat sebuah produk dirilis ke publik, aspek etika harus diperhitungkan," tambahnya.

Terpisah, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menekankan pentingnya etika dan berpikir kritis dalam penggunaan AI saat kunjungannya baru-baru ini ke Bandung, Jawa Barat.

"Penggunaan AI sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk mendukung guru dan tenaga pendidik serta mempermudah aktivitas siswa. Di sisi lain, kita juga harus paham bahwa AI punya aturan dan etika," ucapnya.

Berita terkait: Deputy minister urges on-target strategy to close AI development gap
Berita terkait: VP Gibran discusses AI, welfare support for madrasa teachers

MEMBACA  Pemberitahuan Batas Waktu MYNARIC: ROSEN, KONSULTAN INVESTOR TERKEMUKA, Mendorong Investor Mynaric AG Untuk Mendapatkan Konsultan Sebelum Batas Waktu Penting 30 Desember dalam Tuntutan Kelas Keamanan

Penerjemah: Hery, Kenzu
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar