Indonesia dan Saint Lucia menjelajahi kerja sama pendidikan tinggi yang diperluas

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia dan Saint Lucia telah bertukar pandangan mengenai peluang untuk memperkuat kerjasama bilateral dalam pengembangan sumber daya manusia dengan memperkuat hubungan di bidang pendidikan tinggi.

Pada hari Kamis (15 Mei), telah diadakan pertemuan di Jakarta antara Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Indonesia, Togar M. Simatupang, dan Perwakilan Tetap Saint Lucia untuk PBB, Menissa Rambally.

“Kami yakin bahwa pendidikan dan pengetahuan adalah kunci untuk menjadi negara yang maju,” ujar Simatupang, seperti dikutip dari pernyataan kantornya pada Jumat.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan bahwa kementeriannya berkomitmen untuk mendukung tujuan utama Presiden Prabowo Subianto untuk Indonesia, terutama yang terkait dengan swasembada pangan dan peningkatan sistem pendidikan.

Ia mencatat bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah Indonesia berminat untuk membentuk kemitraan dengan negara lain.

Simatupang kemudian menyoroti bahwa Indonesia menyambut mahasiswa dari negara-negara berkembang lainnya yang ingin belajar di universitas-universitasnya, merujuk pada program-program seperti Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang dan Beasiswa Bantuan Indonesia (TIAS).

Dalam hal ini, pejabat tersebut mencatat bahwa TIAS telah memfasilitasi studi dua warga Saint Lucia yang mengambil jurusan teknik mesin di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia juga menyoroti program strategis yang diluncurkan pada 2 Mei yang disebut “Diktisaintek Berdampak” (Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi yang Berdampak), yang bertujuan untuk menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan penelitian dan pendidikan.

Rambally, yang mewakili Saint Lucia, mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas bantuannya dalam memperkuat kapasitas nasional negaranya di Karibia.

Ia berpendapat bahwa kerjasama pendidikan yang berkelanjutan merupakan investasi berharga bagi masa depan Saint Lucia dan berharap hal itu akan membuka jalan untuk kerja sama yang lebih luas.

MEMBACA  Tanpa Jalan Kembali: Ketika Hal Sudah Terjadi

“Kami tertarik pada program-program yang ditawarkan, dan kami berharap dapat mengirim lebih banyak mahasiswa untuk mengejar pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.