Indonesia dan Mitra Desak Israel Izinkan Bantuan Gaza Tanpa Halangan

Jakarta (ANTARA) – Indonesia, bersama beberapa negara Arab dan Islam, telah mendesak Israel untuk memberikan akses tanpa halangan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi non-pemerintah (NGO) internasional dalam membantu warga sipil Palestina.

Dalam pernyataan bersama, menteri luar negeri dari Indonesia, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir menyerukan agar Israel memastikan PBB dan NGO kemanusiaan dapat beroperasi tanpa pembatasan di Gaza, menekankan peran vital mereka dalam operasi kemanusiaan.

“Segala upaya untuk menghalangi kemampuan mereka beroperasi adalah tidak dapat diterima,” bunyi pernyataan bersama itu, seperti dipublikasikan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia di media sosial pada Jumat.

Para menteri luar negeri itu memuji upaya berkelanjutan dari agensi PBB, khususnya Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), serta NGO kemanusiaan, dalam menyalurkan bantuan kepada warga sipil Palestina dalam kondisi yang sangat sulit dan kompleks.

Mereka juga menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, yang semakin diperparah oleh kondisi cuaca buruk dan tidak stabil, termasuk hujan lebat dan badai.

Menurut pernyataan itu, situasi ini diperberat oleh akses kemanusiaan yang tidak memadai, kelangkaan akut pasokan penyelamat nyawa, dan lambatnya masuknya material penting yang dibutuhkan untuk rehabilitasi infrastruktur.

Para menteri mencatat bahwa cuaca ekstrem telah memperlihatkan kerapuhan kondisi kemanusiaan yang ada, terutama mempengaruhi hampir 1,9 juta orang terlantar yang tinggal di tempat penampungan yang tidak layak.

Banjir di kamp-kamp, tenda yang rusak, robohnya bangunan yang sudah lemah, serta terpapar suhu dingin yang dikombinasikan dengan malnutrisi, telah meningkatkan risiko terhadap nyawa warga sipil, termasuk penyebaran penyakit, terutama di kelompok rentan.

MEMBACA  Polisi Tegaskan Proses Hukum untuk 16 Mahasiswa Trisakti Tetap Berjalan Meski Penahanan Ditunda (Note: Visual formatting is adjusted for clarity and emphasis while maintaining the original meaning.)

Para menteri mengulangi dukungan penuh mereka bagi Resolusi 2803 Dewan Keamanan PBB dan Rencana Komprehensif Presiden AS Donald Trump untuk Mengakhiri Konflik Gaza, serta niat mereka untuk berkontribusi pada pelaksanaannya yang sukses.

Mereka menyatakan rencana tersebut diharapkan dapat membantu menjaga gencatan senjata, mengakhiri perang di Gaza, memastikan kehidupan yang layak bagi warga Palestina yang telah lama menderita, dan memberikan jalan yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kenegaraan Palestina.

Pernyataan itu menekankan kebutuhan mendesak untuk segera memulai dan meningkatkan upaya pemulihan awal, termasuk penyediaan tempat tinggal yang permanen dan layak untuk melindungi warga sipil dari kondisi cuaca buruk.

Para menteri juga menyerukan masyarakat internasional untuk menjalankan tanggung jawabnya dan mendesak Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk segera mencabut pembatasan atas masuk dan distribusi pasokan penting ke Gaza.

Mereka lebih lanjut mendesak pemberian bantuan kemanusiaan yang segera, penuh, dan tanpa halangan ke Gaza melalui PBB dan agensinya, tanpa campur tangan dari pihak manapun.

Selain itu, para menteri menyerukan rehabilitasi infrastruktur kritis dan rumah sakit, serta pembukaan perlintasan Rafah di kedua arah, sesuai dengan rencana perdamaian komprehensif Trump.

Berita terkait: Di Pakistan, Prabowo Nyatakan Dukungan untuk Perjuangan Palestina

Berita terkait: MER-C Indonesia akan Kirim Ribuan Paket Bantuan Musim Dingin ke Gaza

Penerjemah: Asri Mayang Sari, Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026