Indonesia dan Korea Selatan Luncurkan Sistem Pembayaran Lintas Batas Berbasis QR

Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea secara resmi meluncurkan sistem pembayaran lintas negara berbasis QR code antara kedua negara pada hari Rabu. Hal ini membuat QR Code Indonesian Standard (QRIS) dapat digunakan di pasar Korea Selatan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan sistem ini memungkinkan warga kedua negara untuk melakukan pembayaran tanpa penukaran mata uang, sehingga transaksi menjadi lebih efisien dan biaya lebih rendah.

“Sistem pembayaran QR code lintas negara tidak hanya mempermudah perdagangan, tetapi juga memperkuat UMKM dan pariwisata, membuka peluang bisnis baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Warjiyo dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta.

Peluncuran sistem ini dilakukan bersama oleh Warjiyo dan Wakil Gubernur Senior Bank of Korea Sandai Ryoo, dengan seremoni yang digelar serentak di Jakarta dan Seoul.

Inisiatif ini merupakan bagian dari Pernyataan Visi Bersama yang ditandatangani pada Rabu oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung selama kunjungan Prabowo ke Seoul.

Warjiyo menyebut peluncuran ini sebagai tonggak penting dalam memajukan visi bersama untuk membangun sistem pembayaran yang terintegrasi, efisien, dan inklusif guna mendukung konektivitas ekonomi yang lebih kuat antara kedua negara.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bank of Korea Chang Cheong-soo mengatakan inisiatif ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk vertanamkan kerjasama di sektor ekonomi digital dan keuangan.

“Kami berkomitmen untuk mendorong lebih banyak kerjasama strategis guna memperkuat integrasi sistem pembayaran dan mendukung konektivitas ekonomi digital antara Korea Selatan dan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Bank Indonesia, pengimplementasian sistem ini melibatkan kolaborasi antara kedua bank sentral, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), serta pemangku kepentingan sektor keuangan lainnya.

MEMBACA  "Senator NTT Berikan Bantuan untuk Pembangunan Rumah Ibadah di Ende"

Hingga Februari 2026, QRIS telah menjangkau 60,77 juta pengguna, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama transformasi pembayaran digital Indonesia dan simbol dari kekuatan ekonomi negara yang terus tumbuh.

Indonesia juga telah memperluas akses QRIS ke beberapa negara, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Di antaranya, Malaysia mencatat volume transaksi tertinggi, dengan 10,6 juta transaksi senilai total Rp2,75 miliar.

Tinggalkan komentar