Indonesia dan Jepang Percepat Proyek Blok Masela di Tengah Ketegangan Global

Jakarta (ANTARA) – Indonesia dan Jepang telah mencapai kesepakatan untuk mempercepat pengembangan proyek gas Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, di tengah perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

“Ya, semua pihak setuju untuk mempercepat proses tersebut,” kata Kepala Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, pada Senin.

Menurut dia, pembahasan mengenai pengembangan Blok Masela berjalan dengan baik dan terus menunjukkan perkembangan.

Siswanto, bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang untuk memperkuat kerja sama strategis kedua negara.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan sektor energi menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kunjungan tersebut.

Dia menyampaikan bahwa kerja sama energi dengan Jepang memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam konteks ini, dia menyoroti peran menteri ESDM dalam memastikan peluang kerja sama energi tersebut dapat terwujud menjadi kesepakatan yang konkret.

Sebelumnya pada 15 Maret, Meneter Lahadalia bertemu dengan CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda, yang menandai tonggak penting dalam percepatan proyek Blok Masela yang memiliki nilai kesepakatan investasi sebesar US$20 miliar.

Proyek Blok Masela dinilai sebagai penggerak ekonomi baru bagi Indonesia Timur dan sumber pasokan gas utama untuk industri nasional di masa depan.

Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Negara Federasi Mikronesia, Nurmala Kartini Sjahrir, menyatakan kesepakatan pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela merupakan sebuah milestone bagi ketahanan energi nasional.

Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo akan terus memfasilitasi tahap Front-End Engineering and Design (FEED) agar selesai tepat waktu pada kuartal ketiga 2026, sehingga target produksi 2029–2030 dapat tercapai.

MEMBACA  Trump Terbakar, Pasar Global Ketakutan: Hari Perdagangan

Sementara itu, Lahadalia juga menyampaikan apresiasinya atas perkembangan proyek yang telah mencapai sekitar 25 persen.

Kemudian, dia mencatat targetnya agar proyek Lapangan Abadi dapat masuk tahap FEED (Front-End Engineering Design) pada kuartal II 2026, atau paling lambat kuartal III, sehingga tender Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dapat dilakukan secara paralel.

Berita terkait: Proyek gas Blok Masela secara resmi masuk tahap FEED

Berita terkait: Maluku dan Bappenas bahas pengembangan kawasan industri Blok Masela

Berita terkait: Indonesia percepat proyek gas Masela US$20B usai kesepakatan penting

Penerjemah: Putu Indah S, Resinta Sulistiyandari
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar