Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat Kesepakatan Rudal BrahMos

Indonesia dan India sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan strategis dengan mengumumkan kesepakatan pembelian rudal jelajah supersonik BrahMos buatan India. Kesepakatan ini diumumkan saat Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta.

Perjanjian pertahanan tersebut diumumkan di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (7/7) di hadapan PM Modi dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Pembelian rudal BrahMos merupakan pencapaian besar bagi Indonesia yang selama ini berusaha memperkuat kemampuan pertahanan pesisirnya.

Meskipun nilai kontrak dan jadwal pengiriman belum diumumkan, kesepakatan ini mengubah perundingan yang sudah berlangsung bertahun-tahun menjadi perjanjian resmi.

Bersamaan dengan itu, perusahaan pertahanan milik negara India, Bharat Dynamics Limited, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Republikorp untuk pengadaan rudal udara-ke-udara.

Kedua perjanjian pertahanan ini merupakan bagian dari 16 dokumen kerja sama bilateral yang ditukarkan antara kedua negara selama kunjungan PM Modi.

Berbicara di Istana Merdeka, PM Modi mengatakan bahwa perjanjian itu mencerminkan visi geopolitik bersama untuk mengamankan keamanan maritim yang penting.

“Hari ini kami setuju untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertukaran pertahanan, manajemen bencana, dan kerja sama industri. Penjaga pantai kedua negara juga akan bekerja bersama untuk memastikan keamanan maritim di Samudra Hindia,” kata Modi.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat Dialog Keamanan Indonesia-India, karena kedua negara menghadapi tantangan keamanan regional yang terus berkembang dan ancaman-ancaman nonkonvensional.

“Seiring meningkatnya tantangan masalah keamanan transnasional, kami berkomitmen untuk memperdalam pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, memerangi kejahatan transnasional, dan mengembangkan infrastruktur digital,” kata Prabowo.

Kesepakatan BrahMos ini terjadi setelah Indonesia menunjukkan minat yang kuat selama beberapa tahun.

Sebelum kunjungan kenegaraan, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengatakan perundingan sudah berada di “tahap yang sangat maju” yang menandakan bahwa kesepakatan sudah dekat.

MEMBACA  Gagal Diamankan, Partai Demokrat Gagal Hentikan Langkah AS Memperdalam Kerja Sama Militer dengan Israel | Berita Konflik Israel-Palestina

Chakravorty menyebut kesepakatan ekspor BrahMos ke Filipina sebagai contoh kerja sama pertahanan regional. Ia menjelaskan sistem rudal supersonik ini merupakan pilihan yang sangat andal dan hemat biaya bagi negara-negara Asia Tenggara yang ingin memperkuat pencegahan maritim mereka.

Tinggalkan komentar