Indonesia dan Georgia Dorong Peningkatan Hak Asasi Manusia dan Kerja Sama Bilateral

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mendorong penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Georgia, termasuk kerja sama dalam pengembangan HAM, toleransi, dan keadilan sosial di tingkat global.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, Pigai mengatakan bahwa kedua negara memiliki nilai-nilai yang sama dalam menjunjung kemerdekaan, saling menghormati antar bangsa, serta pentingnya dialog dalam menghadapi tantangan global.

“Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk memajukan nilai-nilai universal hak asasi manusia, toleransi, dan keadilan sosial, sambil menekankan pentingnya keterlibatan yang konstruktif dan kemitraan antar bangsa,” kata Pigai pada perayaan Hari Kemerdekaan Georgia di Jakarta, Selasa (26 Mei).

Dia menilai hubungan diplomatik Indonesia dan Georgia terus tumbuh dengan prospek perluasan di berbagai sektor strategis seperti perdagangan, pendidikan, budaya, pariwisata, hingga pertukaran dari masyarakat ke masyarakat.

Menurut Pigai, memperkuat pertukaran orang-ke-orang juga pentinguntuk memperdalam saling pengertian dan kerja sama di berbagai bidang, termasuk isu kemanusiaan dan pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Pigai mengapresiasi peran Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Tornike Nozadze, yang mendorong hubungan bilateral terutama di sektor ekonomi dan terutama perdagangan.

Dia juga menekankan bahwa kerja sama internasional sangat menentukan di tengah tantangan global yang semakin kompleks, sehingga diperlukan kemitraan yang menempatkan penghormatan pada HAM sebagai prioritas.

Pemerintah Indonesia juga mengapreasiasi kontribusi Georgia untuk stabilitas dan pembangunan berkelanjutan di level global.

Terakhir, Menteri Pigai menyesarankan supaaya relasi antara Indonesia dan Georgia terus harmonis dan kuat dalam memperkuat kerja sama lintas-sektor untuk masa depan yang lebih palming baik.

MEMBACA  Iran Dorong Indonesia Abaikan Ancaman Tarif AS

Tinggalkan komentar