Indonesia dan Belarus Jajaki Impor Susu untuk Program MBG, serta Perkuat Kerja Sama Strategis

Indonesia dan Belarus memulai pembicaraan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor penting, termasuk pertanian dan pangan. Sektor ini sangat ditekankan, terutama untuk mendukung impor susu yang akan digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich memimpin diskusi dalam Forum Bisnis dan Business Matching Indonesia-Belarus di Jakarta pada Selasa (30 Juni).

“Belarus menyatakan kesiapannya untuk bertukar pengalaman dan teknologi di bidang mekanisasi pertanian, termasuk dalam pengembangan alat panen dan alat transportasi pertanian,” ujar Airlangga.

Perusahaan-perusahaan dari Belarus seperti MAZ, BelAZ, dan Minsk Tractor Works disebut-sebut memiliki kapasitas untuk mendukung kerja sama di bidang alat berat, baik untuk industri, pertanian, maupun manufaktur.

Pertemuan ini digelar sebagai persiapan pelaksanaan perjanjian strategis setelah sesi komisi bersama yang kedelapan. Pembicaraan tidak hanya sebatas pertanian dan pangan, tetapi juga meluas ke sektor lain.

“Indonesia menganggap penting untuk melakukan kerja sama yang saling menguntungkan, termasuk melalui investasi bersama dan proyek strategis. Ini bisa jadi solusi yang cepat dan berdampak langsung dalam hubungan ekonomi Indonesia-Belarus,” kata menteri Indonesia tersebut.

Di sektor kesehatan, Indonesia dan Belarus mencari peluang untuk saling bertukar keahlian, mengadakan program pelatihan tenaga kesehatan, dan menjalin kerja sama di industri farmasi.

Kedua negara juga membahas cara untuk berkolaborasi dalam pengembangan fasilitas produksi dan perakitan, serta saling bertukar teknologi guna mendukung pertumbuhan industri.

Lebih lanjut, Airlangga menyoroti ketertarikan untuk memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan program pelatihan di bidang sains, teknologi, teknik, matematika, dan kedokteran.

MEMBACA  Diskon 56%: Roborock Q7 Max Plus Robot Vacuum dan Mop di Amazon

Dari situ, kedua pemerintah sepakat untuk mengkaji kemungkinan meluncurkan program mobilisasi pelajar. Awalnya, rencana ini akan melibatkan 100 hingga 200 pelajar setiap tahunnya dalam kegiatan pelatihan dan penelitian bersama.

Turut hadir dalam forum tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Dyah Roro Esti yang menekankan pentingnya penerapan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) untuk meningkatkan perdagangan bilateral dengan Belarus.

Ia menyebut nilai perdagangan Indonesia dengan EAEU mencapai 5,3 miliar dolar AS. Sementara, transaksi dengan Belarus hanya mencapai 221 juta dolar AS. Ini menandakan masih ada potensi besar untuk peningkatan kerja sama ekonomi.

Tinggalkan komentar