Jakarta (ANTARA) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud. Pertemuan ini membahas pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis budaya dan inovasi.
Dalam pertemuan di Jakarta pada Selasa itu, Harsya menyatakan bahwa Indonesia dan Arab Saudi memiliki hubungan panjang yang dibangun tidak hanya pada hubungan diplomatik, tetapi juga nilai-nilai spiritual yang kuat, sejarah bersama, dan hubungan antar masyarakat.
“Hubungan Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi melampaui diplomasi formal, berakar pada nilai spiritual, sejarah bersama, dan persaudaraan yang telah terjalin lintas generasi,” ujar menteri dalam pernyataannya.
Dia menambahkan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor strategis bagi kedua negara dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Indonesia, dengan 17 subsektornya, terus mengembangkan potensi budaya yang dipadukan dengan inovasi modern untuk menciptakan nilai ekonomi baru.
“Ekonomi kreatif adalah penggerak utama masa depan. Kami percaya peleburan warisan budaya dan inovasi akan menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan bagi kedua negara,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Menparekraf Harsya mengidentifikasi beberapa peluang kolaborasi strategis, termasuk partisipasi dalam World Expo, penguatan ekosistem haji dan umrah melalui produk kreatif, pertukaran bakat dan teknologi, peningkatan perlindungan kekayaan intelektual (KI), serta kerja sama dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.
Sementara itu, Menteri Arab Saudi Badr bin Abdullah menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan menegaskan kembali komitmen Arab Saudi untuk memperluas kolaborasi lintas sektor di industri kreatif.
“Kami berharap dapat memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk ekspo, haji, gaming, dan kekayaan intelektual. Kami juga menyambut undangan untuk berpartisipasi dalam forum global mendatang di Jakarta,” ujarnya.
Pangeran Badr juga menyoroti potensi kerja sama di bidang film, fesyen, dan pengembangan bakat, termasuk insentif produksi film dan program edukasi melalui lembaga kesenian di Arab Saudi.
Selain itu, penguatan ekosistem kekayaan intelektual dan inisiatif pengembangan merek lokal ditekankan untuk meningkatkan daya saing global.
“Di sektor film, Arab Saudi mengembangkan industri secara komprehensif, dari produksi hingga distribusi, didukung berbagai skema pendanaan. Kami menawarkan peluang untuk koproduksi film dengan insentif hingga 60–65 persen dari biaya produksi,” tuturnya.
“Dalam kekayaan intelektual, Arab Saudi telah membentuk otoritas khusus untuk mendukung industri kreatif. Program ‘Saudi 100 Brands’ menjadi akselerator bagi desainer lokal, bersama inisiatif fesyen berkelanjutan, termasuk ihram ramah lingkungan,” tambahnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dan Arab Saudi sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif global.
Berita terkait: Indonesia dan Arab Saudi perkuat hubungan bilateral lewat budaya
Reporter: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026