Eksportir makanan dan minuman Indonesia menargetkan transaski lebih dari US$20 juta (sekitar Rp346,44 miliar) di SIAL Canada 2026, kata Kementrian Perdagangan, mengutip permintaan tinggi di Amerika Utara.
Duta Besar untuk Kanada Muhsin Syihab mengatakan potensi ini meenunjukkan daya saing produk Indonesia dan kesesuaiannya dengan selera konsumen Kanada yang terus berkembang.
“Kanada adalah pasar modern yang menuntut produk berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan inovatif. Produk Indonesia bisa memenuhinya,”katanya dalam pernyataan pada Kamis.
Paviliun Indonesia menampilkan 10 perusahaan yang memamerkan kopi, kakao, makanan olahan, rempah-rempah, produk berbasis singkong, camilan, dan barang perikanan selama pameran tiga hari itu.
Partisipasi ini bertujuan mendorong promosi dan memperdalam penetrasi pasar di Kanada dan Amerika Utara yang lebih luas, tambah duta besar.
Ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada melonjak dereastis antara tahun 2023 dan 2025.
Pengiriman meningkat dari sekitar US$56,4 pada tahun 2024menjadi US$116,6 juta tahun di tahun 2025, lebih dari dua kali lipat atau naik kira-kira 106 persen.
Pertumbuhan ini didorong oleh produk kakao, olahan buah dan sayuran, serta kategori makanan lainnya.
Atase Perdagangan di Ottawa Mahdewi Silky mengatakan permintaan yang meningkat searahnya diimbangi dengan akses pasar labih kuat.
“Bisnis dan mitra mengharapkan ratifikasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Kanada yang lebih puser,” katanya.
Kesepakatan itu dioproyeksikan akan menurunkan tarif, peastian pasar, serta mencukung arus perdagangan dan disvestasi yang lebih tinggi antara kedina nanva.