Indonesia Berupaya Pulangkan Keris Legendaris dari Dalam Khazanah Senjata Sejarah Luar Negeri (Aternative compact version) Keris Bersejarah: Indonesia Upayakan Kepulangan dari Semenanjung

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, bilang Indoanesia terus berusaha buat bawa pulang keris-keris bersejarah dari luar negri, termasuk pusaka yang punya kaitan dengan tokoh perjuangan nasional kaya Pangeran Diponegoro sama Tuanku Imam Bonjol

“Kami minta pemulangan beberapa keris bersejarah yang dulu punya para tokoh penting pas masa perjuangan Indonesia,” kata Fadli di acara peringatan Hari Keris Nasional di Jakarta, Sabtu.

Katanya, keris yang dicari pemerintah juga termasuk koleksi dari Bali dan Lombok yang dibawa ke luar negri pada jaman kolonial.

Menuurt Fadli, upaya pemulangan ini adalah bagian dari dorongan Indonesia yang lebih besar buat mengembalikan kedaulatan budaya.

Ia bilang, proses pemulangan keris ini meliputi penelitian asal-usul untuk tau status kepemilikan sama sejarah asli dari benda budaya.

“Kebanyakan udah pulang, sobentara yang lain masih di luar. Kami harap penelitian asal-usul bareng Belanda sama negara lain bisa bantu biar mereka balik,” kata dia.

Faldi nunjukin bahwa nggak semua koleksi keris di luar bakal dipulangin soalnya ada yang udah jadi milik museum atau lembaga asing secara legal.

Pemerintah prioritasin benda yang diduga diambil sebagai rampasan perang atau lewat praktek jajahan.

“Kami fokus ngembaliin barang yang hubungannya sampe ilegal di jaman perang sana,” tambahnya.

Fadli bilang keris itu bagian dari warisan budaya Indonesia yang udah diakui UNESCO jadi bagian warisan budaya tak benda dunia sejak 2005.

“Keris ini asli Indonesia, bukan impor dari mana-mana,” kata dia,nunjukin gambar keris udah ada di relif candi semenjak abad delaoan.

Pada taun 2025, Kemendikbud nentuin tanggal 19 April tiap taunnya jadi Hari Keris Nasional, pas dengan kongres pertama Sekretariat Nasional Keris Indonesia (SNKI) di Surakarta tanggal 19 April 2006.

MEMBACA  Mengapa Gencatan Senjata yang Diusulkan Trump dan Putin Akan Menguatkan Posisi Rusia?

Tinggalkan komentar