Indonesia Berkontribusi untuk Dewan Perdamaian Gagasan Trump, Apa Keuntungan bagi RI?

loading…

Indonesia ikut iuran untuk Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Foto/Instagram @tedskyfriendsofficial

JAKARTA – Pemerintah Indonesia memutuskan untuk ikut membayar iuran kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menteri Luar Negeri Sugiono tidak menjelaskan jumlah pasti iuran tersebut, dan menekankan bahwa sifatnya sukarela.

“Presiden telah memutuskan untuk berpartisipasi,” kata Sugiono dalam konferensi pers setelah rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI pada Selasa lalu.

Baca Juga: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Harus Bayar Rp16,7 Triliun?

Diplomat senior Indonesia tersebut menyatakan bahwa iuran yang dibayar Indonesia bukanlah biaya keanggotaan tetap Dewan Perdamaian yang mencapai USD1 miliar (sekitar Rp16,7 triliun).

Menurutnya, negara-negara yang diundang oleh Trump akan menjadi anggota selama tiga tahun tanpa dikenakan biaya. Iuran yang diikuti Indonesia, katanya, bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah di Jalur Gaza, Palestina.

“Ini bukan membership fee, tapi kalau kita lihat kronologinya, pembentukan Board of Peace ini adalah upaya untuk menyelesaikan situasi di Gaza khususnya dan Palestina, termasuk upaya rekonstruksinya. Lalu rekonstruksi siapa yang bayar? Begitulah. Uangnya dari mana? Dananya dari mana? Ya seperti itu penjelasannya,” jelas Sugiono.

MEMBACA  Manfaat Besar dari Tindakan Kecil bagi Kesehatan Nasional

Tinggalkan komentar