Indonesia Berikan Kenaikan Pangkat dan Kompensasi kepada Penjaga Perdamaian PBB yang Gugur

Jakarta (ANTARA) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memastikan bahwa tiga perwira yang gugur dalam tugas bersama Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) akan mendapatikan promosi anumerta. Keluarga mereka juga akan menerima kompensasi lebih dari Rp1,8 miliar.

“Ketiga personel yang gugur akan menerima promosi non-tempur luar biasa secara anumerta dan Medali Dag Hammarskjöld,” kata Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam keterangan persnya, Rabu.

Ketiga perwira Indonesia tersebut adalah Kapten Zulmi Aditya Iskandar (33), Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (25), dan Prajurit Satu Fahrizal Rhomadhon (27).

Sementara itu, Medali Dag Hammarskjöld adalah penghargaan anumerta yang diberikan PBB untuk individu yang kehilangan nyawa saat bertugas dalam operasi perdamaian PBB.

Keluarga masing-masing akan menerima kompensasi lebih dari Rp1,8 miliar dari TNI dan PBB, termasuk beasiswa untuk anak-anak mereka, ujar Subiyanto.

Panglima TNI menyebutkan, keluarga Kapten Iskandar menerima Rp1.894.688.236, keluarga Sersan Satu Ichwan mendapat Rp1.846.309.049, dan keluarga Prajurit Satu Rhomadhon diberikan Rp1.854.075.201.

“Keluarga juga menerima gaji lanjutan selama 12 bulan, yang mencakup gaji pokok, tunjangan makanan, dan tunjangan fungsional, serta manfaat pensiun untuk janda setelahnya,” jelasnya.

Subiyanto berharap kompensasi ini dapat membantu keluarga setelah kehilangan anggotanya saat bertugas dalam operasi perdamaian di Lebanon.

Indonesia kehilangan tiga personel dalam misi UNIFIL di Lebanon menyusul dua serangan terpisah di selatan yang mendapat kecaman internasional.

Prajurit Satu Rhomadhon tewas akibat tembakan artileri dekat posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29 Maret).

Sementara itu, Kapten Iskandar dan Sersan Satu Ichwan gugur dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL dekat Bani Hayyan, juga di Lebanon selatan, pada Senin (30 Maret).

MEMBACA  Dokumen kerja atau berhenti, Doge mengatakan kepada pekerja federal AS dalam email

Berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Timur Tengah pada Selasa (31 Maret), Duta Besar Indonesia untuk PBB Umar Hadi mengecam keras serangan terhadap pasukan UNIFIL dan menyerukan penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan atas insiden tersebut.

“Karena itu kami menuntut penyelidikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan alasan-alasan dari Israel,” tegas Dubes Hadi dalam sesi tersebut.

Berita terkait: Indonesia berkabung untuk tiga Pasukan Perdamaian TNI UNIFIL yang gugur di Lebanon
Berita terkait: PBB didesak selidiki pembunuhan tiga pasukan perdamaian Indonesia oleh Israel

Penerjemah: Walda Marison, Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar