Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan menerima 28.131 fosil spesies manusia purba yang ditemukan oleh paleoantropolog Eugene Dubois tahun ini melalui perjanjian repatriasi dengan Belanda, demikian diumumkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
"Fosil-fosil tersebut diperkirakan tiba tahun ini," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis.
Dia menjelaskan bahwa fosil yang dipilih untuk dipulangkan adalah spesimen yang telah teridentifikasi dari koleksi lebih besar yang terdiri dari sekitar 30.000 buah yang disimpan di Belanda. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memprioritaskan pengembalian barang-barang yang sudah teridentifikasi terlebih dahulu.
Zon mencatat bahwa Museum Naturalis di Leiden telah memamerkan koleksi tersebut dengan sangat hati-hati, menggunakan teknologi hologram canggih untuk meningkatkan penyajian koleksinya.
Sisa-sisa prasejarah — termasuk fragmen kerangka Homo erectus, yang juga dikenal sebagai Manusia Jawa — nantinya akan dipajang di Museum Nasional Indonesia, dengan narasi pameran yang disesuaikan dengan perspektif budaya dan sejarah Indonesia.
"Rencananya, fosil akan dipajang disini, mungkin di ruangan ini juga. Tapi, kita akan menyesuaikan narasi dan gaya presentasinya," jelas Zon.
Mengenai logistik, dia menambahkan bahwa pemerintah Belanda telah menyatakan kesediaannya untuk mengatur penerbangan kargo guna mengangkut fosil-fosil tersebut kembali ke Indonesia, tempat mereka semula ditemukan.
Dia memuji langkah ini sebagai tindakan yang terhormat dan diplomatis, serta menyorotinya sebagai tanda komitmen Belanda untuk memperkuat hubungan bilateral.
Bagi Indonesia, tegasnya, repatriasi ini memperkaya narasi prasejarah nasional dan berkontribusi pada penyembuhan luka sejarah dari era kolonial.
Sebelumnya, Zon menerima dokumen repatriasi resmi dari pemerintah Belanda di Museum Naturalis, selama kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Belanda pada akhir September.
Dia menegaskan bahwa pengembalian koleksi fosil ini menegaskan status Indonesia sebagai salah satu peradaban tertua di dunia dan menunjukkan kekuatannya dalam diplomasi budaya.
Repatriasi ini menandai puncak dari penelitian dan negosiasi ekstensif yang dilakukan sejak awal 2025 oleh tim dari Kementerian Kebudayaan Indonesia, yang bekerja sama dengan Komite Koleksi Kolonial Belanda.
Berita terkait: Indonesia perjuangkan repatriasi keris bersejarah dan artefak kerajaan
Berita terkait: Menteri sebut pengembalian artefak kunci bagi identitas
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2025