Ikhtiar Universitas Darunnajah dalam Menjawab Tantangan Link and Match

loading…

Wakil Rektor I Universitas Darunnajah Fajar Suryono, M.A. Foto/Dok Pribadi.

Wakil Rektor I Universitas Darunnajah Fajar Suryono, M.A

Debat tentang keselarasan antara lulusan universitas sama kebutuhan dunia industri (link and match) seringkali langsung ngarah ke satu tuntutan praktis: kampus harus bisa berubah jadi pemasok tenaga kerja yang siap pakai.

Ngadepin arus pragmatisme ini, Universitas Darunnajah (UDN) justru ambil sikap yang tegas dengan ngeposisiin institusinya sebagai Value-Driven University (Universitas Berbasis Nilai). Kampus ini gak cuma ngebekali mahasiswanya buat siap bersaing di pasar kerja, tetapi juga punya tanggung jawab yang jauh lebih besar, yaitu nyiapin kader pemimpin masa depan yang bisa nyebarin kemaslahatan seluas-luasnya di masyarakat.

Penegasan identitas dan arah gerak universitas ini disampein secara gamblang dalam Pengarahan Mahasiswa Universitas Darunnajah untuk Persiapan Ujian Tengah Semester (UTS).

Fajar Suryono, M.A., selaku Wakil Rektor I, jelasin bahwa UDN berdiri di atas prinsip Value-Driven University yang secara fundamental beda sama konsep pendidikan Market-Driven University.

Dalam tata kelola Value-Driven University, amanah ditaro sebagai fondasi utama institusi, bukan semata-mata ngejar profit sebagai target utama kayak entitas bisnis. Kampus juga membangun akuntabilitasnya langsung kepada Allah, bukan sekedar ke investor.

Pendekatan ini dianggap krusial buat ngejamin keberlanjutan visi institusi dalam jangka panjang, menjaga stabilitas visi lintas generasi, dan ngamankan kemandirian akademik biar gak gampang digoyang sama tekanan atau tren pasar yang sifatnya sementara.

Nanamkan Tiga DNA Lulusan Utama

Buat ngelarin lulusan yang punya daya saing global tapi tetep membumi sama nilai-nilai ajaran Islam, UDN secara serius nanemin Sibghah atau identitas karakter di mahasiswanya.

Konsep Sibghah ini gak cuma diartikan secara harfiah sebagai “celupan”, tetapi dimaknai secara dalam sebagai totalitas nilai yang terinternalisasi ke dalam diri mahasiswa.

MEMBACA  Manajer VW akan Mengalami Potongan Gaji 10% dalam Rencana Memangkas Bonus, Laporan Surat Kabar Jerman oleh Reuters

Proses internalisasi itu fokus di pembentukan tiga DNA Universitas Darunnajah.

Pertama, Tafaqquh Fiddin (Ulama yang Intelek), di mana lulusan dididik biar nantinya bisa ngambil keputusan hukum Islam ditengah berbagai persoalan umat modern.

Kedua, DNA Saudagar (Entrepreneur), yang ngejarak buat nyetak pribadi-pribadi kreatif yang pantes menyerah dan “punya 1000 cara” dalam ngadepin kebuntuan.

Ketiga, DNA Leader atau Mundzirul Qoum, yaitu penekanan pada kaderisasi pemimpin.

Tinggalkan komentar