Nusantara (ANTARA) – Ibu kota masa depan Indonesia sedang membangun zona pendidikan terpadu bersamaan dengan perumahan dan layanan publik. Hal ini dilakukan agar sekolah-sekolah sudah siap sebelum warga dan pegawai negeri sepenuhnya pindah ke Nusantara, menurut para pejabat.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyatakan, pengembangan fasilitas pendidikan dilakukan paralel dengan infrastruktur pendukung lainnya di Area Pusat Pemerintahan Inti (KIPP).
“Fasilitas pendidikan dikembangkan bersamaan dengan layanan penting lain di KIPP,” ujar Basuki pada Minggu (9/6) saat kunjungan ke Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Pendekatan ini, tambahnya, dimaksudkan agar penghunian perumahan dan aktivitas sosial dapat berlangsung serentak. Dengan demikian, ibu kota baru dapat berfungsi sebagai kota yang layak huni, bukan sekadar pusat administrasi.
Basuki mengatakan, model pendidikan terpadu yang disiapkan OIKN diharapkan dapat memperbaiki akses, meningkatkan kualitas layanan, dan mengurangi kebutuhan mobilitas harian. Model ini juga mencerminkan dukungan politik yang kuat bagi pembangunan ibu kota.
Dukungan yang berkelanjutan, katanya, sangat penting untuk mempercepat penyediaan layanan publik, termasuk pendidikan. Target pembangunan dan pengembangan Nusantara pun bisa tercapai sesuai jadwal.
Berita terkait: Indonesia targetkan selesai gedung legislatif dan yudikatif IKN pada 2027
Zona pendidikan di dalam KIPP dirancang sebagai pusat layanan komprehensif. Zona ini mencakup semua jenjang, dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama dan atas.
“Kawasan pendidikan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dan pegawai negeri,” jelas Basuki, merujuk pada para pegawai negara yang dijadwalkan pindah ke ibu kota baru secara bertahap.
Persiapan infrastruktur pendidikan di KIPP kini fokus pada tahun ajaran 2026/2027. Salah satu proyek unggulan adalah SMA Taruna Nusantara, yang ditargetkan mulai menerima siswa pada 2026.
Basuki menyebut, sekolah tersebut akan memperkuat ekosistem pendidikan Nusantara sebagai fondasi pengembangan sumber daya manusia. Sekolah ini akan menjadi institusi terdepan yang berfokus pada pembangunan karakter, daya saing, dan wawasan kebangsaan.
Berita terkait: OIKN prioritaskan UMKM sebagai penggerak ekonomi inklusif
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026