WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah taktis untuk mengatasi kenaikan harga daging menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui Perumda Dharma Jaya, ribuan sapi hidup didatangkan langsung dari Australia ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (23/2/2026).
Ini adalah pertama kalinya dalam 28 tahun Jakarta melakukan impor sapi hidup secara langsug dari Australia.
Stok Aman, Harga Terkendali
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meninjau kedatangan sapi-sapi itu, menegaskan langkah ini untuk menjaga stabilitas harga. Dia menyadari daging sapi sering jadi penyebab inflasi saat hari raya.
"Faktor inflasi di Jakarta biasanya naik saat Ramadan, terutama untuk daging, cabai, dan beras. Dengan kedatangan sapi ini, kami harap harga daging tetap stabil," kata Pramono.
Keberhasilan impor ini juga disebut hasil dari hubungan Sister City antara Jakarta dengan beberapa kota di Australia.
Protokol Ketat dan Distribusi Cepat
Dalam pengiriman tahap ketujuh ini, sebanyak 590 ekor sapi dengan berat rata-rata 360 kilogram tiba dalam kondisi sehat. Total sudah 3.139 ekor sapi yang didatangkan.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, memastikan proses distribusi dilakukan dengan standar tinggi. Sapi-sapi itu langsung dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) Serang milik Dharma Jaya setelah diperiksa kesehatannya.
"Dengan pasokan ini, warga Jakarta dapat jaminan stok daging yang cukup untuk menghadapi lonjakan permintaan di bulan Ramadan," ujar Raditya.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp