Harapan Pasar untuk Pemotongan Suku Bunga The Fed pada 2026 Meredup Akibat Perang Iran

Senin, 6 April 2026 – 14:18 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi yang akrab dipanggil Kiki, mengatakan eskalasi perang Iran telah membuat harapan pasar tentang pemotongan suku bunga The Fed menjadi pupus di tahun 2026 ini.

Padahal, sebelumnya The Fed sudah memberi sinyal bahwa setidaknya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini, untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya.

Namun, efek dari perang Iran ternyata memberikan tekanan yang cukup signifikan pada perekonomian Amerika Serikat, di tengah inflasi yang menetap dan lonjakan angka pengangguran.

“Setelah eskalasi konflik Iran, ekspektasi pasar bergeser ke skenario di mana tidak ada pemotongan suku bunga The Fed di tahun 2026 ini,” ujar Kiki dalam telekonferensi pers mengenai hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK periode Maret 2026, pada Senin, 6 April 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Berbeda dengan kondisi tersebut, perekonomian China justru dilaporkan Kiki berhasil mencatatkan kinerja di atas perkiraan. Hal ini didorong oleh perbaikan dari sisi permintaan dan penawaran, serta dukungan stimulus di sektor keuangan.

Meski begitu, China dikabarkan akan tetap menurunkan target pertumbuhan ekonominya, sebagai respon terhadap tantangan struktural dan ketidakpastian eksternal yang masih berlanjut.

Sementara itu, di ranah perekonomian domestik, Kiki menyampaikan bahwa inflasi inti pada Maret 2026 tercatat mengalami penurunan. Aktivitas konsumsi terpantau tetap kuat di awal tahun.

“Hal ini terlihat dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen secara year-on-year (yoy), serta kinerja penjualan kendaraan bermotor yang solid,” kata Kiki.

Sedangkan dari sisi penawaran, Kiki memastikan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur juga masih terpantau dalam kondisi ekspansif.

MEMBACA  Zelenskyy Ukraina mengklaim warga China membantu Rusia memproduksi drone | Berita Perang Rusia-Ukraina

“Dari sisi ketahanan eksternal, cadangan devisa nasional pada Februari 2026 tercatat berada pada level yang memadai dan neraca perdagangan tetap mencatatkan surplus,” jelasnya.

Tinggalkan komentar