Gubernur Pramono Ancam Naikkan Pajak jika Senayan City dan Plaza Senayan Tolak Proyek Terowongan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas dengan mewajibkan Plaza Senayan dan Senayan City untuk membangun terowongan bawah tanah. Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk meningkatkan konektivitas antara kedua mal mewah tersebut. Rencana penyambungan ini sebenarnya sudah ada sejak lama, tetapi selalu terkendala karena kedua pengelola mal tidak mau bernegosiasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menyiapkan ancaman berupa sanksi pajak yang lebih tinggi bagi kedua mal tersebut. Pramono mengatakan bahwa jika mereka tetap tidak mau membangun terowongan, pajak mereka akan langsung dinaikkan. Ia yakin dengan cara ini, para pengelola akan bersedia bernegosiasi lagi karena terbebani oleh kenaikan pajak.

Proyek sambungan bawah tanah ini juga merupakan bagian dari rencana besar untuk mengintegrasikan transportasi massal di Jakarta. Konsep Transit-Oriented Development (TOD) akan diperkuat agar semua moda transportasi terkoneksi dengan baik dengan pusat-pusat kegiatan. Ke depannya, rencana seperti revitalisasi pasar bersejarah Pasar Baru juga akan dilakukan supaya lingkungan di sekitar MRT menjadi sepenti area pejalan akses.

MEMBACA  Momen Hakim Inspeksi Langsung Barang Bukti Ferrari dan Harley Davidson dalam Perkara Suap Minyak Goreng

Tinggalkan komentar