Indonesia dan Gambia resmi membuka kembali Pusat Pelatihan Petani Pedesaan Pertanian (ARFTC) di Jenoi, Gambia. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di negara tersebut dan kawasan Afrika Barat.
“Pembukaan ini menunjukkan komitmen baru Indonesia untuk bekerja sama dengan Gambia dalam memperkuat ketahanan pangan, membangun kapasitas, dan berbagi pengetahuan untuk generasi mendatang,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir dalam pernyataan pers pada Kamis.
Pusat ini diresmikan bersama oleh Nasir dan Menteri Luar Negeri Gambia Sering Modou Njie, di sela-sela Pertemuan Komisi Gabungan Indonesia-Gambia ke-2 di Banjul, ibu kota Gambia, pada Rabu (1 Juli).
Nasir menjelaskan bahwa Jakarta terus memperluas kerja sama dengan mitra pembangunan global melalui Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular Cooperation. Indonesia ingin menjadikan pusat di Jenoi ini sebagai pusat pembelajaran bagi negara-negara Afrika.
Indonesia juga berharap ARFTC bisa menjadi pusat unggulan regional yang mendukung inovasi pertanian, pengembangan sumber daya manusia, dan ketahanan pangan di Afrika Barat.
“Persahabatan sejati, seperti panen terbaik, tumbuh dari komitmen dan tindakan nyata yang kita jaga bersama,” kata Nasir. Ia menegaskan kembali tekad Indonesia untuk terus menjadi mitra yang setia dalam berbagi keahlian pembangunan.
ARFTC didirikan pada tahun 1996 melalui inisiatif bersama antara pemerintah Indonesia, Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI), dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).
Sejak berdiri, pusat ini telah melatih lebih dari 6.000 petani dan penyuluh pertanian dari Gambia serta negara tetangga di Afrika Barat, seperti Guinea, Liberia, Mali, dan Senegal.
Menurut Kedutaan Besar Indonesia di Dakar, fasilitas ini sempat rusak. Akibatnya, pemerintah Indonesia memberikan dana hibah pada tahun 2022 untuk merenovasi 8 dari 15 bangunan di kompleks tersebut.
Pekerjaan renovasi dimulai pada Mei 2023 dan selesai bulan lalu. Proyek ini resmi diserahkan pada 2 Juni setelah penandatanganan berita acara serah terima oleh Duta Besar Indonesia Ardian Wicaksono dan Saikou Sanyang, Sekretaris Tetap Wakil Kementerian Pertanian Gambia.