Sabtu, 31 Januari 2026 – 21:07 WIB
Jakarta, VIVA – Setelah ditinggalkan empat pimpinan utama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjuk Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua dan Wakil Ketua lembaga pengawas keuangan dan pasar modal ini. Ditengah pergantian manajemen, pengamat mengungkap beberapa sifat yang perlu dimiliki pimpinan baru OJK untuk menyelesaikan masalah emiten dan memperbaiki sektor keuangan.
Baca Juga:
OJK Tunjuk Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua Pengganti Seiring Mundurnya Mahendra Siregar
Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE), Etika Karyani, menyarankan pengganti Ketua Dewan Komisioner OJK haruslah sosok yang berani dan bersih. Sikap ini penting untuk memperbaiki sistem pengawasan.
Menurutnya, sektor keuangan dalam negeri terlalu reaktif, kurang transparan, dan rentan kompromi. Tata kelola internal juga harus dikuatkan guna memulihkan kepercayaan pasar. Selain itu, Etika mengatakan ketua OJK yang baru harus tegas dan tanpa kompromi untuk menjaga kepercayaan pasar dan investor, baik domestik maupung global.
Baca Juga:
Friderica Widyasari Ditunjuk Jadi Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK
Ketegasan diperlukan untuk menindak tegas emiten bermasalah. Pimpinan lembaga pengawasan ini harus tegas dalam membuka data kepemilikan secara lengkap dan mengaudit ulang struktur pasar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga:
PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Beberapa Pejabat BEI-OJK
"Jangan lupa regulator harus berintegritas dengan tidak melindungi elite pasar," ujar Etika dikutip dari Antara pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Penunjukan Friderica atau yang akrab disapa Kiki ini menegaskan komitmen OJK untuk menjamin kelanjutan kepemimpinan serta memastikan kelancaran tugas pengaturan, pengawasan sektor jasa keuangan, dan perlindungan konsumen. Keputusan jabatan Pejabat Pengganti ini berlaku efektif mulai tanggal 31 Januari 2026.
Selain Friderica, OJK juga menunjuk Hasan Fawzi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon. Saat ini, Hasan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Seperti diketahui, empat Anggota Dewan Komisioner OJK secara bersamaan mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari 2026. Gelombang pertama adalah Mahendra Siregar, Inarno Djajadi dan I.B. Aditya Jayaantara, lalu disusul Mirza Adityaswara yang mengumumkan pengunduran diri pada Jumat malam.
Pada hari sebelumnya, Kamis, 29 Januari 2025, Direktur Utama (Dirut) PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, tiba-tiba mengundurkan diri. Iman mengatakan, keputusannya ini merupakan bentuk tanggung jawab atas turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat penangguhan pengaturan ulang (rebalancing) indeks oleh Morgan Stanley Capital Index (MSCI).
Profil dan Sepak Terjang Friderica Widyasari Dewi, Pengganti Ketua OJK yang Punya Rekam Jejak Panjang di Pasar Modal
Profil dan sepak terjang Friderica Widyasari Dewi, pejabat pengganti Ketua OJK. Simak pendidikan, riwayat karier, hingga rekam jejak panjangnya di pasar modal Indonesia.
VIVA.co.id
31 Januari 2026