Senin, 12 Januari 2026 – 02:20 WIB
Hai para pria, pernah dengar istilah blue balls? Kalau belum, mungkin ini saatnya kamu cari tahu. Soalnya, ini ada hubungannya sama kehidupan ranjang dan organ intim kamu.
Baca Juga:
Ukuran Organ Intim Terasa Mengecil? Ini 4 Penyebab Medis yang Jarang Disadari Pria
Blue balls adalah istilah yang udah lama dipakai buat ngedeskripsikan rasa ga nyaman karena hasrat yang tertahan. Kalau kamu pernah terangsang cukup lama tapi ga sampe klimaks, mungkin kamu tau rasanya bisa ga enak. Jadi, ini bukan cuma perasaan doang. Blue balls itu nyata, dan dalam dunia medis dikenal sebagai epididymal hypertension.
Melansir laman Mens Health, ahli urologi dr. James Elist menjelaskan, kondisi ini terjadi karena penumpukan darah di testis dan area sekitarnya saat seseorang terangsang, tapi tidak mengalami ejakulasi. Darah yang seharusnya balik mengalir malah tertahan, sehingga bikin rasa penuh, nyeri, atau ga nyaman.
Baca Juga:
Bolehkan Melihat Organ Intim Pasangan Saat Berhubungan? Begini Jawaban Ustaz Khalid Basalamah
Fakta menariknya, kondisi serupa juga bisa dialami sama orang yang punya vagina. Saat aliran darah meningkat ke area vulva dan klitoris tanpa diakhiri orgasme, bisa muncul kondisi yang sering disebut blue vulva, dengan gejala mirip kayak pegal, nyeri, dan sensasi ga nyaman.
Apa sebenernya penyebab blue balls?
Baca Juga:
Jarang Banyak yang Tau, Begini Cara Atasi Organ Intim Pria yang Menyusut
Saat terangsang, pembuluh darah yang menuju penis melebar biar aliran darah meningkat dan ereksi terjadi. Kalau orgasme ga terjadi, darah itu bisa ‘tertahan’ lebih lama dan nimbulin tekanan yang terasa sakit.
Ada juga teori yang nyebutin bahwa ereksi yang kelamaan bisa bikin sebagian oksigen dalam darah terserap jaringan genital, jadi darah keliatan agak kebiruan. Tapi menurut dr. Richard K. Lee, hal ini jarang terjadi secara alami dan biasanya berhubungan sama kondisi tertentu, kayak penggunaan obat disfungsi ereksi atau alat pembatas aliran darah. Jadi, di kebanyakan kasus, testis ga bener-bener berubah warna, cuma terasa ga nyaman aja.
Apakah blue balls berbahaya?
Jawabannya, tidak berbahaya. Blue balls emang umum terjadi, tapi ga nimbulin kerusakan jangka panjang. Rasa nyerinya biasanya cuma beberapa menit sampe beberapa jam, terus ilang sendiri.
Anggapan bahwa blue balls itu berbahaya atau sangat menyakitkan seringkali dibesar-besarkan. Bahkan, menurut seksolog Gigi Engle, mitos ini kerap dipakai buat nge-tekan pasangan supaya mau berhubungan seks, padahal secara medis ga begitu.