Fasilitas pengemasan minyak goreng di Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur bakal mempercepat pasokan minyak goreng ke Indonesia Timur. Foto/istimewa
SURABAYA – Pengoperasian fasilitas pengemasan minyak goreng di Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur bakal membuat pasokan minyak goreng ke Indonesia Timur lebih cepat dan efisien. Soalnya, pelabuhan ini punya konektivitas yang bagus dan dekat dengan pasar tujuan.
Fasilitas yang dipake oleh PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, dipastikan bakal memperpendek rantai distribusi minyak goreng ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Selama ini, daerah-daerah itu dilayani dari pabrik pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Sekarang, minyak goreng yang dikirim dalam bentuk curah ke Surabaya bakal dikemas dan didistribusikan ke wilayah tujuan. Langkah ini bagian dari strategi untuk mendekatkan titik distribusi ke pasar utama di Indonesia bagian tengah dan timur.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, bilang Surabaya dipilih punya konektivitas pelabuhan yang kuat dengan berbagai wilayah di Indonesia Timur. Hal ini bisa mempercepat arus barang dan ningkatin efesiensi rantai pasok. Sebelumnya, produk dikirim dalam bentuk kemasan dari Sumatera Utara.
“Dengan pengemasan dilakukan di Surabaya, distribusi jadi lebih efisien dan biaya logistik bisa ditekan hingga 40%,” kata Jatmiko pas peresmian fasilitas itu, Sabtu (6/6/2026).
Sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, Tanjung Perak selama ini jadi simpul distribusi barang, termasuk minyak goreng, ke kawasan timur. Posisi geografis Surabaya yang lebih dekat ke pasar tujuan dibanding Sumatera Utara membuat waktu pengiriman lebih singkat dan pasokan lebih terjaga.