Fakta dan Kronologi Konflik PBNU: Dari Rotasi Pengurus Hingga Percepatan Muktamar

Selasa, 2 Desember 2025 – 01:50 WIB

Jakarta, VIVA – Konflik di dalam tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) makin panas. Ini berawal sejak beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriyah tanggal 20 November 2025. Dokumen itu isinya permintaan agar KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU.

Baca Juga:
Ketum PBNU Gus Yahya Respons Seruan Kiai Sepuh untuk Islah: Sam’an wa Tha’atan!

Polemik itu belum selesai, publik dikejutkan lagi oleh Surat Edaran Syuriyah. Surat itu menyebutkan jabatan Ketua Umum PBNU berakhir otomatis pada 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Masalahnya jadi makin komplek. Ada rotasi besar di jajaran tanfidziyah, penolakan terhadap Surat Edaran yang dianggap cacat administratif, tuduhan sabotase digital, sampai konferensi pers Rais Aam KH Miftachul Akhyar yang menyatakan kendali PBNU ada di tangan Syuriyah. Para sesepuh NU lalu merespons dengan mengadakan forum khusus untuk mendorong islah (perdamaian).

Baca Juga:
Gus Yahya Bantah Dimakzulkan, Tegaskan Masih Sah Pimpin PBNU


Photo: ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin

Berikut fakta-fakta dan urutan kronologinya:

Baca Juga:
PBNU Memanas, Kiai Sepuh Serukan Islah Besar untuk Redam Konflik

Kronologi 28 November 2025

Rotasi Pengurus PBNU

Di tengah gejolak, Gus Yahya memimpin Rapat Harian Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta. Rapat ini hasilkan rotasi besar kepengurusan PBNU. Beberapa keputusan penting:

  • Amin Said Husni digeser dari Wakil Ketua Umum menjadi Sekretaris Jenderal PBNU, gantikan Gus Ipul.
  • Gus Ipul beralih tugas jadi Ketua PBNU bidang pendidikan, hukum, dan media. Ini karena perlu penyesuaian beban kerja dengan jabatannya sebagai Menteri Sosial.
  • Gudfan Arif Ghofur pindah dari Bendahara Umum menjadi Ketua PBNU bidang kesejahteraan.
  • Jabatan Bendahara Umum sekarang diisi Sumantri Suwarno.
  • KH Masyhuri Malik yang sebelumnya Ketua PBNU, bergeser menjadi Wakil Ketua Umum.

    Gus Yahya jelaskan rotasi ini untuk transformasi organisasi dan tingkatkan efektivitas tata kelola PBNU. Evaluasi kinerja juga jadi pertimbangan.

    Rancangan Peta Jalan NU 2025 sampai 2050

    Selain rotasi, rapat juga tetapkan draft Peta Jalan Nahdlatul Ulama 2025-2050. Dokumen ini dirancang sebagai arah strategis jangka panjang NU dan masih perlu penyempurnaan sebelum disahkan.

    Tanggapan atas Surat Edaran Syuriyah

    Masih di tanggal yang sama, Sekjen PBNU Amin Said Husni tegaskan bahwa Surat Edaran Syuriyah yang memberhentikan Gus Yahya itu tidak sah. Dokumen itu dinilai cacat administratif karena ada watermark draft dan tanda tangan digital yang belum valid. Amin Said bilang keputusan dalam surat itu otomatis tidak mengikat.

MEMBACA  Menteri AHY Mengungkap 2 Kasus Mafia Tanah Bernilai Miliaran di Jawa Timur