ESG Ditetapkan Sebagai Pertimbangan Utama dalam Arah Investasi Pasar Modal

Selasa, 7 April 2026 – 13:29 WIB

Jakarta, VIVA – Bursa Efek Indonesia menegaskan bahwa penerapan Environmental Social Governance (ESG) semakin menjadi prioritas para emiten di bursa dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini juga sudah menjadi pertimbangan penting bagi para investor.

Penanggung Jawab Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa indeks ESG di BEI semakin menjadi acuan dalam pengambilan keputusan investasi. Ini termasuk meningkatnya perhatian investor global pada sektor energi terbarukan dan transisi energi.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan per Februari 2026, Jeffrey menyampaikan ada 72 reksadana pasif dan exchange-traded fund berbasis saham yang dicatatkan di bursa. Total dana kelolaannya mencapai Rp15,83 triliun.

“BEI menyediakan 6 indeks berbasis ESG untuk mendorong penciptaan produk investasi ESG, platform, panduan pelaporan ESG, program edukasi, serta kolaborasi dengan regulator dan mitra strategis seperti Katadata,” kata Jeffrey, Selasa (7/4).

Hal tersebut yang mendasari Katadata melalui Katadata Green untuk meluncurkan KESGI (Katadata ESG Insight) Dashboard. Dasbor ini menghimpun dan menganalisis data ESG perusahaan-perusahaan yang terdaftar di pasar saham. Analisisnya diperkuat oleh penilaian panel ahli dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung implementasi ESG di Indonesia.

Peluncuran dilakukan dalam Katadata ESG Forum bertema "ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau". Forum ini digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin (6/4). Acara ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari kalangan regulator, pimpinan perusahaan, investor, dan pelaku industri.

Co-founder dan CEO Katadata, Metta Dharmasaputra, mengatakan pengembangan inisiatif ini berdasarkan keyakinan bahwa ekonomi hijau dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen. “Tanpa sektor ini sebagai pendorong baru, akan sulit untuk mencapai target pertumbuhan sebesar itu,” ujar Metta.

MEMBACA  Transformasi Marselino Ferdinan Menjadi Pahlawan Kemenangan

Metta juga menambahkan, berdasarkan survei BEI dan Mandiri Institute tahun 2024 terhadap 150 perusahaan, tantangan utamanya adalah kurangnya data kuantitatif, keterbatasan SDM, dan tingginya biaya pengumpulan data ESG.

Co-founder dan Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto, mengatakan KESGI Dashboard adalah upaya untuk membuat data ESG lebih mudah dipahami dan menjadi dasar pengambilan keputusan. Dengan demikian, pembacaan perkembangan ESG di Indonesia bisa lebih jelas, mendalam, dan cepat.

“KESGI menjadi solusi agar data bisa diubah menjadi insight, dari kepatuhan menjadi keputusan, dan dari fragmentasi menjadi integrasi,” katanya.

Tinggalkan komentar