Era Baru Lego: Pakar Beri Peringatan Atas Transformasi Menyeluruh

Kamis, 8 Januari 2026 – 19:28 WIB

Jakarta, VIVA – Lego baru aja perkenalkan Smart Bricks. Ini adalah balok-balok Lego kecil yang sekarang dilengkapi teknologi canggih. Menurut perusahaan, teknologi ini bisa bikin set mainan Lego jadi hidup dengan suara, cahaya, dan bisa bereaksi terhadap gerakan.

Namun, produk baru ini dapat reaksi yang berbeda-beda dari para ahli permainan. Mereka bilang, inovasi ini beresiko merusak hal yang bikin Lego spesial untuk anak-anak di dunia yang makin digital ini.

Smart Play system diumumkan di Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat. Sistem dari produsen mainan Denmark ini bawa komponen elektronik baru ke dalam balok plastik klasik Lego.

Lego nyatakan bahwa produk baru mereka yang pakai teknologi canggih, yang akan rilis bulan Maret dengan set Star Wars baru, adalah "inovasi paling revolusioner" dalam hampir 50 tahun terakhir.

Tapi, Josh Golin, direktur eksekutif kelompok kesejahteraan anak Fairplay, percaya Smart Bricks bisa "merusak hal yang dulu hebat dari Lego". Yaitu, kemampuannya untuk mengandalkan imajinasi anak sendiri saat bermain.

Dia bilang mainan itu sebenarnya ga butuh fitur tambahan untuk bikin suara atau efek lain. "Siapa pun yang pernah liat anak main dengan Lego jadul tahu, kreasi Lego anak-anak sudah bisa bergerak dan bersuara berkat kekuatan imajinasi mereka," katanya, seperti dikutip BBC.

Andrew Manches, profesor bidang anak dan teknologi di Universitas Edinburgh, setuju. Menurutnya, keindahan Lego ada pada "kebebasan untuk menciptakan, menciptakan ulang, dan mengadaptasi balok sederhana jadi cerita tanpa batas yang didukung imajinasi anak."

Tapi, dia juga menyambut baik upaya Lego untuk menyatukan permainan fisik dan digital dengan alat yang bisa bereaksi terhadap cara anak berinteraksi dengan produk Smart Play.

MEMBACA  Keripik Kulit Ikan Rafins Snack Mencapai Kesuksesan Global Berkat KUR BRI

Julia Goldin, kepala bagian produk dan pemasaran Lego, sebelumnya bilang ke BBC bahwa mereka lihat teknologi digital sebagai peluang untuk "memperluas permainan fisik dan aktivitas membangun."

"Kami tidak lihat dunia digital sebagai ancaman," katanya. Dia nambahin bahwa rangkaian produk pintar mereka menggabungkan interaktivitas dengan "mulus" ke produk fisik.

Halaman Selanjutnya
Mengenal Lego Smart Bricks?

Tinggalkan komentar