Empat Alasan Pribadi Trump Ingin Mengirim Pasukan Khusus ke Iran

loading…

Presiden AS Donald Trump ingin kirim pasukan khusus ke Iran. Foto/X/@CVN_72

WASHINGTON – Presiden Donald Trump secara pribadi telah menyatakan minat serius untuk mengerahkan pasukan AS di darat di Iran, menurut dua pejabat AS, seorang mantan pejabat, dan orang lain yang mengetahui percakapan tersebut.

Trump telah membahas gagasan itu dengan para ajudan dan pejabat Partai Republik di luar Gedung Putih. Dia menguraikan visinya untuk Iran pasca-perang, di mana uranium Iran diamankan dan AS bisa kerja sama dengan rezim baru Iran dalam produksi minyak. Situasi ini mirip dengan kerja sama AS dan Venezuela, menurut sumber tersebut.

4 Alasan Trump Secara Pribadi Ingin Kirim Pasukan Khusus ke Iran

1. Bukan dalam Skala Besar

Minat Trump untuk mengerahkan pasukan darat bukan berfokus pada invasi skala besar. Gagasannya lebih ke kontingen kecil pasukan AS untuk tujuan strategis tertentu, kata para sumber. Mereka menekankan bahwa Trump belum membuat keputusan atau memberi perintah apapun terkait hal ini.

“Berita ini berdasarkan asumsi dari sumber anonim yang bukan bagian dari tim keamanan nasional Presiden dan jelas tidak dilibatkan dalam diskusi ini,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt. “Presiden Trump selalu bijak dengan tetap membuka semua opsi. Tapi siapa pun yang menyiratkan dia mendukung satu opsi tertentu membuktikan mereka tidak punya peran nyata dalam pengambilan keputusan.”

2. Meningkatkan Skala Perang

Secara publik, Trump belum mengesampingkan kemungkinan menempatkan pasukan AS di Iran, meski perang sejauh ini baru berupa kampanye udara. Diskusi pribadinya menunjukkan dia mungkin lebih bersedia mempertimbangkan langkah ini daripada yang terlihat dari komentar publiknya. Mengirim pasukan ke Iran bisa meningkatkan skala perang dan risiko bagi tentara Amerika.

MEMBACA  Donald Trump Menjadi Presiden Kembali, Kim Jong-un Pasti Sangat Bahagia

Sejak perang dimulai hari Sabtu, enam anggota militer AS tewas dan 18 terluka karena serangan balasan Iran, menurut Pentagon.

Trump telah menjelaskan ke para ajudan dan pejabat Partai Republik bahwa hasil ideal di Iran adalah dinamika seperti yang terjadi antara AS dan Venezuela. Itu terjadi setelah pasukan khusus Amerika menangkap Nicolás Maduro pada Januari lalu. Di Venezuela pasca-Maduro, AS mendukung presiden baru, Delcy Rodríguez, dengan syarat dia menerapkan kebijakan yang menguntungkan AS, termasuk dalam produksi minyak.

Tinggalkan komentar