Ekspor Baja Struktural Indonesia ke Kanada Senilai USD 216.000

Jakarta (ANTARA) — Kementerian Perdagangan Indonesia pada Selasa lalu menandai kemajuan program hilirisasi industri setelah mengirimkan ekspor baja struktural fabrikasi senilai US$216.000 ke Kanada.

Produk-produk ini dibuat oleh PT Trimitra Fabrikasi Engineering (TFE) untuk periode pengiriman Juni 2026.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan bahwa pengiriman ini menunjukan kemampuan Indonesia dalam memproduksi barang manufaktur yang canggih dan bersaing secara global.

“Kementerian Perdagangan sangat mendukung upaya untuk meningkatkan ekspor produk manufaktur bernilai tambah tinggi,” ujar Puntodewi dalam pernyataan di Jakarta.

“Kami berharap pengiriman ini bisa mendorong lebih banyak perusahaan untuk memperluas ekspor produk bernilai tambah,” tambahnya.

Puntodewi mengatakan fabrikasi baja struktural menandai peralihan dari ekspor bahan mentah ke manufaktur bernilai lebih tinggi melalui rekayasa tingkat lanjut dan fabrikasi presisi.

Perkembangan ini, katanya, mendukung strategi hilirisasi Indonesia yang bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik, lapangan kerja, serta kontribusi sektor manufaktur terhadap ekspor.

Pengiriman ini dilakukan saat kinerja perdagangan Indonesia terus menguat. Ekspor non-migas mencapai US$87,74 miliar pada Januari-April 2026, naik 6,28% dari US$82,56 miliar setahun sebelumnya.

Besi dan baja tetap menjadi kontributor ekspor utama, dengan US$9,61 miliar selama empat bulan pertama 2026.

Pada 2025, total ekspor besi dan baja Indonesia mencapai US$29,76 miliar, mencerminkan tren pertambahan rata-rata 5,61% antara 2021 dan 2025.

“Ekspor produk fabrikasi baja struktural mencapai US$39,68 juta pada Januari-April 2026,” kata Puntodewi.

Ia menambahkan segmen ini mencatat tren pertambahan 6,08% dalam lima r tahun terakhir.

Menurut kementerian, pertumbuhan ini menunjukan permintaan global yang kuat terhadap produk fabrikasi baja Indonesia, dan PT TFE terus memperluas pasar ke wilayah bernilai tinggi termasuk Kanada.

MEMBACA  Pemain bulu tangkis Indonesia bersaing untuk masuk ke BWF WTF

Tinggalkan komentar