Dubes Indonesia diundang memantau putaran kedua pemilu Kolombia

Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Tatang Razak, bertindak sebagai pengamat internasional dalam pemilihan presiden putaran kedua di Kolombia setelah dapat undangan dari otoritas pemilu negara tersebut.

Menurut siaran pers dari Kedutaan Besar Indonesia di Bogota yang diterima pada hari Senin, Razak adalah satu-satunya pengamat dari Asia yang diundang secara resmi oleh Dewan Pemilihan Nasional Kolombia, bareng dengan pengamat dari lebih dari 20 negara lainnya.

Pengamatan dilakukan di beberapa tempat pemungutan suara (TPS), termasuk Medellin di putaran pertama dan Bogota di putaran kedua.

Pemungutan suara ditutup pada hari Sabtu (20 Juni) waktu setempat di tengah kekhawatiran mungkin timbulnya kerusuhan akibat polarisasi politik.

Pemilihan berjalan dengan lancar tanpa insiden besar, meskipun ada laporan kekerasan terhadap jurnalis dan beberapa kandidat sebelumnya.

Setelah TPS tutup pukul 16.00 waktu setempat, par pengamat internasional lantas memantau proses penghitungan suara di pusat komando pemilihan.

Hitungan cepat dari semua suara yang masuk menunjukkan kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella unggul dengan perolehan 12.950.642 suara, atau 49,65 persen.

Sementara itu, kandidat sayap kiri Ivan Cepeda yang didukung Presiden Gustavo Petro, mendapatkan 12.702.592 suara, atau 48,70 persen.

Komisi pemilihan dijadwalkan mengumumkan hasil resmi pemilihan dalam waktu sepekan ke depan.

Duta Besar Tatang Razak sudah menjabat sejak diangkat oleh Presiden ketujuh Joko Widodo pada 25 Oktober 2021.

Selama masa jabatannya, Beliau terus mendukung upaya untuk memperkuat hubungan Indonesia–Kolombia, sambil menekankan bahwa jarak geografis antara kedua negara jangan menghalangi pengembangan hubungan yang lebih erat, terutama di sektor ekonomi dan perdagangan.

Dia juga aktif menjajaki kerja sama dagang di beberapa mitra Kolombia, termasuk dalam bisnis kesehatan, pariwisata, teknologi, agroindustri, produksi buah-buahan, pertanian, industri gula-gula, konstruksi, transportasi, kopi, dan sektor produktif lainnya.

MEMBACA  Wakil Menteri Desak Reformasi Pemilu untuk Tekan Korupsi Daerah

Tinggalkan komentar