Selasa, 21 April 2026 – 09:47 WIB
Aksi kontroversial yang dilakukan Fadly Alberto akhirnya berbuntut panjang. Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 itu akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf atas tendangan kungfu yang ia lakukan ke pemain Dewa United U-20.
Apa yang dilakukan Fadly memang tidak dibenarkan. Tapi, ada dua hal yang patut diapresiasi dari mantan pemain Timnas Indonesia U-17 itu. Lewat media sosial pribadinya, Fadly pertama-tama mengaku siap terima konsekuensi dari tindakannya. Kedua, ia juga menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran berharga untuk kariernya.
"Semoga tindakan saya memberikan saya pelajaran yang baik untuk kedepannya agar bisa menjaga emosi dan jauh lebih baik. Dan terakhir saya siap nerima sanksi yang setimpal dan saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut. Sekian permohonan maaf saya, wassalamualaikum warrohmatullahi wabarakatuh," katanya, Senin.
Insiden panas itu terjadi saat Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 berhadapan dengan Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy. Laga itu digelar di Stadion Citarum, Minggu 19 April 2026.
Ketegangan bermula dari keputusan wasit yang membolehkan gol Dewa United. Dalam situasi panas itu, Fadly melakukan aksi tidak terpuji dengan menendang dari belakang pemain lawan, Raka Nurkholis. Tendangan keras itu bahkan kena bagian belakang kepala.
Dampaknya langsung terasa. Pihak Dewa United melayangkan kecaman keras dan membuka opsi untuk menempuh jalur hukum. Sementara itu, kubu Bhayangkara sebelumnya menyebut Fadly terpancing emosi setelah menerima komentar yang bernada rasis.
Akibat dari insiden ini juga menghantam karier Fadly. Ia dikabarkan dikeluarkan dari Timnas Indonesia U-20 dan harus menerima penangguhan dari sponsor. Pemain yang pernah membela Indonesia di Piala Dunia U-17 itu sekarang harus menelan konsekuensi dari aksinya sendiri.