DPR Desak Pemugaran Barak Belanda di Siak Pascakeruntuhan Lantai

Pekanbaru, Riau (ANTARA) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Hendry Munief menyatakan bahwa Gedung Cagar Budaya Barak Belanda di Siak, Riau, harus segera dipugar setelah sebagian lantai duanya roboh dan melukai puluhan siswa.

Munief mengatakan, setelah kejadian pada Sabtu, 31 Januari itu, dia menghubungi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan meminta agar kompleks Istana Siak segera direstorasi serta ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Kami langsung laporkan ke Menpar soal insiden di Barak Belanda dalam kompleks Istana Siak. Syukurnya, respons beliau cepat dan positif, serta langsung koordinasi dengan Kemendikbud,” kata Munief pada Senin.

Dia menjelaskan, beberapa fasilitas dan situs cagar budaya di kompleks Istana Siak kondisinya sudah tidak layak dan berpotensi bahaya bagi pengunjung. Karena itu, dia mendesak pemerintah segera menetapkan kawasan itu sebagai KSPN agar perbaikan menyeluruh dan peningkatan keamanan bisa dilakukan.

Munief juga mempertanyakan penyebab kerobohan, mengingat bagian bangunan yang rusak itu pernah direnovasi pada 2018 dengan anggaran Rp5,2 miliar dari APBN.

Robohnya lantai dua Gedung Cagar Budaya Barak Belanda menyebabkan 17 orang luka-luka, termasuk 15 siswa SD IT Baitul Ridho dari Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, seorang guru, dan satu pemandu wisata lokal.

Kejadian ini berlangsung tiba-tiba dan mengejutkan kelompok yang sedang berkunjung untuk mempelajari sejarah bangunan era kolonial itu. Lantai yang terbuat dari papan kayu tua diduga telah lapuk dimakan waktu dan tidak mampu menahan beban pengunjung yang berkumpul di satu titik.

Berita terkait: Pariwisata dan UMKM didorong tingkatkan daya tarik Siak
Berita terkait: Pariwisata warisan dengan kearifan lokal bermanfaat bagi masyarakat: menteri

*Penerjemah: Bayu, Kenzu
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026*

MEMBACA  Wakil Presiden Gibran memeriksa uji coba trem baterai di Stasiun Purwosari Solo

Tinggalkan komentar