Dorong Asuransi dan Dana Pensiun Berinvestasi di Pasar Modal, OJK Kembangkan Produk Berisiko Rendah

Senin, 13 April 2026 – 12:56 WIB

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, Ogi Prastomiyono menyampaikan, pihaknya bersama beberapa stakeholder sedang menggodok produk investasi di pasar modal. Produk ini punya risiko rendah dan tingkat bunga tetap (guaranteed return).

Menurutnya, instrumen investasi dengan jaminan return ini bisa membantu perusahaan asuransi dan dana pensiun (dapen) dalam mengelola risiko dengan lebih terukur.

Ogi mengakui, langkah ini diambil untuk mendorong perusahaan asuransi dan dapen agar bisa memperluas investasinya, khususnya di berbagai instrumen pasar modal.

"Kami sedang berdiskusi dengan para pihak, termasuk dari manajemen aset, untuk bisa menerbitkan suatu produk investasi di pasar modal yang memberikan guaranteed return bagi asuransi, khususnya untuk dapen," kata Ogi di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Anggota DK OJK Ogi Prastomiyono.

"Tujuannya agar risikonya bisa diidentifikasi dan dimitigasi dengan lebih baik," ujarnya.

Dia menambahkan, langkah OJK ini seiring dengan penerbitan regulasi tentang instrumen ETF berbasis emas, sebagai alternatif investasi bagi perusahaan asuransi dan dapen di pasar modal.

"Sehingga alokasi investasi untuk dana pensiun dan asuransi itu juga bisa masuk ke pasar modal, karena memiliki return alternatif yang cukup baik," kata Ogi.

Dia juga menyebutkan, dari sisi regulasi, tahun ini merupakan periode penting bagi sektor perasuransian dan dapen. Pasalnya, OJK telah menetapkan ketentuan minimum ekuitas untuk perusahaan asuransi, dan mewajibkan pemisahan (spin-off) bagi unit usaha syariah.

"Karena kami berharap sektor PPDP ke depannya bisa semakin baik seiring konsolidasi yang berjalan, ada perbaikan modal, kemudian ada manajemen risiko dan tata kelola, serta penerapan standar akuntansi internasional PSAK 117," jelasnya.

MEMBACA  Tidak Ada Satu Kota AS pun yang Masuk Daftar Tujuan Pensiun Terbaik. Namun, Para Ahli Mengingatkan untuk Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum Pindah ke Luar Negeri.

Tinggalkan komentar