Dominasi Dolar AS Tergerus, Transaksi Yuan di ASEAN Tembus Rp22.000 Triliun

loading…

Bank Pembangunan BRICS (New Development Bank/NDB) menyebut yuan sebagai masa depan pembiayaan berbasis mata uang lokal. FOTO/SCMP

JAKARTA – Bank Pembangunan BRICS (NDB) menyatakan bahwa yuan adalah masa depan untuk pembiayaan pakai mata uang lokal. Hal ini terjadi saat banyak negara berkembang berusaha mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Tren ini terlihat dari peningkatan besar transaksi lintas batas yang memakai yuan, terutama di Asia Tenggara.

Data terbaru menunjukkan nilai transaksi lintas batas renminbi antara Tiongkok dan negara-negara ASEAN mencapai 8,9 triliun yuan (sekitar USD 1,3 triliun) pada 2024. Angka ini setara dengan Rp 22.000 triliun dan naik lebih dari 50% dibanding tahun sebelumnya.

“Kami tidak cuma lihat pasar obligasi China sebagai sumber dana murah, tapi juga sebagai masa depan keuangan berbasis mata uang lokal,” kata Direktur Jenderal Treasury dan Manajemen Portofolio NDB, Zhongxia Jin, seperti dikutip The Hindu Business Line, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga: Dedolarisasi Kian Nyata, BRICS Uji Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS

Dari total transaksi itu, sekitr 2,4 triliun yuan berasal dari perdagangan barang, sementara investasi langsung menyumbang sekitar 900 miliar yuan. Posisi yuan makin kuat dengan banyak bank sentral yang menambahkannya ke cadangan devisa—sudah 23 negara.

Selain itu, Bank Rakyat China melaporkan total pembayaran dan penerimaan lintas batas dalam yuan naik 21,1% dalam delapan bulan pertama 2024, mencapai 41,6 triliun yuan. Ini menunjukan percepatan internasionalisasi yuan di tengah perubahan geopolitik global.

MEMBACA  Murad Memohon Doa Sebelum Berangkat Umrah, Tony Sibuk Cari Orang di Terminal

Tinggalkan komentar