Vaksin Hantavirus. Foto/ Daily
SEOUL – Perusahan farmasi asal Amerika Serikat, Moderna, membenarkan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Pusat Inovasi Vaksin Fakultas Kedokteran Universitas Korea (VIC-K) untuk mengembangakan vaksin hantavirus.
Hal ini menyusul wabah hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar Belanda. Kapal tersebut berlayar dari Argentina dan menurunkan penumpang serta awaknya di Kepulauan Canary pada 10 Mei. Setidaknya tiga orang di atas kapal MV Hondius meninggal dunia, dan beberapa kasus lainnya dilaporkan dalam kondisi serius.
Sampai saat ini, belum ada vaksin yang tersedia untuk mencegah infeksi ANDV. Perhimpunan Imunologi Spanyol menekankan bahwa "belum ada vaksin hantavirus yang berlisensi di Eropa, Amerika Serikat, atau Amerika Latin." Strategi pengobatan saat ini lebih berfokus pada siklus hidup virus, faktor imunologi dari inang, atau manajemen klinis untuk mengatasi gejala.
Korea Selatan menjadi pengecualiaan dari situasi ini. Negara tersebut melaporkan 300 hingga 400 kasus setiap tahun, terutama pada pria muda berusia 20-an dan 30-an. Otoritas kesehatan di sana bahkan sudah memasukan patogen ini ke dalam daftar sembilan ancaman prioritas untuk kesiapan pandemi di masa depan.
Sebuah vaksin inaktif generasi lama bernama Hantavax memang sudah ada di Korea, namun efektivitasnya terbatas. Metode produksinya yang berasal dari jaringan otak hewan juga membuat vaksin ini jauh dari standar modern.