Direktur Utama BRI Hadir di Forum Ekonomi Dunia 2026, Paparkan Tantangan Pendanaan Berkelanjutan di Pasar Berkembang

loading…

Direktur Utama BRI Hery Gunardi pada acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Selasa (20/1). FOTO/BRI

DAVOS – Tantangan utama untuk pembiayaan berkelanjutan dinegara berkembang bukan terletak pada kurangnya komitmen atau ketersediaan modal global. Tantangan utamanya adalah pada kemampuan eksekusi di tingkat lokal. Bank lokal dinilai punya peran penting sebagai anchor bank untuk menyalurkan blended finance ke sektor riil.

Pandangan ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, dalam sebuah diskusi panel bertajuk “Capital for Sustainability: Unlocking Sustainable Finance and Growth in Emerging Markets”. Diskusi ini diselenggarakan di Paviliun Indonesia pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Selasa (20/1).

Hery mengatakan, "Ketika kita bicara tentang keberlanjutan di emerging markets, pertanyaan sebenarnya bukan soal ambisi, tapi eksekusi. Modal untuk keberlanjutan sebenarnya sudah tersedia di tingkat global. Tantangannya adalah bagaimana cara memindahkan modal itu dengan aman, efisien, dan dalam skala besar ke tempat-tempat yang paling butuh," kata Hery dalam keterangan pers, Rabu (21/1/2026).

Hery menjelaskan bahwa di negara berkembang, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memegang peran yang sangat penting dalam perekonomian. Sektor ini menciptakan lapangan kerja, mendukung rantai pasok lokal, dan menjadi jangkar ketahanan bagi komunitas. Namun, UMKM seringkali tidak menjadi bagian utama dalam diskusi global tentang pembiayaan berkelanjutan.

MEMBACA  Menteri Yusuf Pastikan Korban Unjuk Rasa Terima Kompensasi Finansial

Tinggalkan komentar