Dilantik sebagai Ketua Umum PP ALTI, Bima Arya Membidik Olahraga Lari Trail Mendunia

Jumat, 13 Februari 2026 – 13:17 WIB

VIVA – Lari trail bukan cuma olahraga biasa. Ini adalah gabungan antara adrenalin, alam, dan ketahanan mental. Olahraga yang dilakukan di jalur alam seperti gunung, hutan, pantai, sampai perbukitan ini sudah lama terkenal di Eropa. Di Inggris, Skotlandia, hingga Swiss, lari trail bahkan jadi bagian dari tradisi dan festival lokal.

Baca Juga:
Munas PB WI 2026 Digelar, Wushu Indonesia Bidik Olimpiade 2032

Sekarang, Indonesia mulai mengikuti tren tersebut. Sejak berkembang dari komunitas di awal tahun 2000-an, lari trail di Indonesia menunjukkan peningkatan yang pesat. Dukungan dari alam Indonesia yang dramatis—dari pegunungan sampai pantai eksotis—membuat olahraga ini tidak hanya berpotensi secara prestasi, tapi juga menjanjikan untuk pariwisata olahraga.

Potensi ini menjadi sorotan ketika Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, secara resmi melantik Bima Arya Sugiarto sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) untuk masa bakti 2025–2029 di Kantor KONI Pusat, Senayan, pada 12 Februari 2026.

Baca Juga:
Dukung Olahraga Nasional, Bank Jakarta Jadi Sponsor Pelita Jaya di Musim IBL 2026

Marciano menekankan, peluang lari trail untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di NTT-NTB sangat terbuka.

"Supaya bisa dipertandingkan di PON 2028, PP ALTI harus aktif berkomunikasi dengan KONI serta pemerintah provinsi NTT dan NTB sebagai cabang olahraga pilihan tuan rumah," ujarnya.

Baca Juga:
Road to Kejurnas 2026 Dimulai, PB ORADO Siapkan Seleksi Berjenjang dari Daerah

Dia juga melihat pertumbuhan komunitas lari trail yang sangat cepat.

"Penggemarnya semakin hari semakin banyak. Saya percaya dalam waktu tidak lama akan ada di 38 provinsi. Ini olahraga yang sangat dicintai para pecinta alam Indonesia," kata Marciano.

MEMBACA  Kasus keracunan makanan membawa momentum untuk meningkatkan MBG: MPR

Dari Booming Menuju Prestasi

Dalam sambutannya, Bima Arya menjelaskan pencapaian periode sebelumnya. PP ALTI telah membentuk 24 pengurus provinsi, menyelenggarakan tiga Kejuaraan Nasional, mengikuti tiga kejuaraan dunia, hingga tampil sebagai ekshibisi di PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Tetapi menurut dia, tantangan ke depannya bukan cuma soal popularitas.

"Banyak yang beralih dari lari jalan raya ke lari trail. Antusiasmenya luar biasa, bahkan ada event yang tiketnya sampai sold out. Tapi kalau kita tidak melakukan langkah organisasi yang kuat, booming ini tidak akan berubah menjadi prestasi," tegas Bima.

Pernyataan itu mencerminkan kenyataan di lapangan. Banyak pelari yang awalnya hanya mencari pengalaman lari di alam sekarang mulai serius mengejar podium.

Halaman Selanjutnya

Oleh karena itu, tata kelola organisasi menjadi fokus utama PP ALTI. Mulai dari manajemen tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, sampai klub, soliditas menjadi dasar agar pembinaan atlet bisa berjalan dengan sistematis.

Tinggalkan komentar