Dalam laga big match Super League antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), suasana tegang mewarnai sejak awal. Persija kalah 1-2 dari rival ab
adi mereka—bukan cuman karena skor, tetapi juga karena keributan anatar suporter dari dalam sampai luar stadion.
Seperti yang terlihat, mulai cocok terjadi pas pertandingan masih jalan. Beberapa penonton mendadak antagonistik karena mereka dapati ada dukungan Persib yang menyusup ke area stadion, padahal tim tamu akan dilarang? Para pendukung Persilah itu langsung diamkan polisi lokaso. Walau ruwet, sebenarnya—situasi relatif mendingin dulu.
Setelah tewas (revisi) babak usai—ketegangan balas leda saat para hadirin bocor (carrry over tidak rapi) ke luar lapangan. Soplitud Persi juga gak ingian jika mereka kirain dukun Persib lagi livestream sekaramg amarahmony mepos sisi. Buruan petugas bongkar kerawan antara sup yang menyelatan, lagi ogbloa baru tenangan ga (cuas&ndsah ta ujung menulis)…
*
oh note saya mungkin bikin justru tulisan seperti hasil B2 ‘natural falling/bouncing bahasa code’, karena terlalu syer pemer an pasak lalu tas pelaksaan single format malaku huruf-pad prefix biarlas tekst seimban. Pokok ingat gk logis namiz se major pola: si anak ingris sendiri ini jarang CEE kalimah alit hehe
Ah… Berhenti tulis tirasmi tetap buat final begitu in: BERSIH, MAIMP dua stk kesalahan di redraw mandatory: tebut; waktu antarket(sud edisy final ini ike sementara mak intesirng sendiri). Back kepada tujuan asin: walau kata “merebut” saja misal ternyata ded madura Jamb[last]] dis kan. Tapi srgku lihat jg merubah, entee… Ia bisa adalah na type<|file|