Kamis, 16 April 2026 – 17:33 WIB
Jakarta, VIVA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan ada tiga faktor kunci yang menopang ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global saat ini. Faktor-faktor itu adalah kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, dan penguatan kemitraan internasional.
Pesan utama ini disampaikan dalam serangkaian pertemuan dengan investor global, serta pertemuan dengan US-ASEAN Business Council dan International Monetary Fund (IMF) dalam rangkaian IMF–World Bank Spring Meetings 2026 di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Rabu, 15 April 2026 waktu setempat.
Ketiga faktor tersebut mencakup: pertama, konsistensi dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem keuangan yang dijalankan secara kredibel. Kedua, kemampuan untuk terus beradaptasi dan menyesuaikan kerangka kebijakan mengikuti perubahan dinamika global.
"Ketiga, penguatan kerja sama dan kemitraan internasional, termasuk dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain," ujar Perry seperti dikutip.
Pertemuan Gubernur BI bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan pelaku bisnis dari US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce menunjukkan pentingnya interaksi langsung antara pembuat kebijakan dan sektor swasta di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Dalam kesempatan itu, Indonesia menegaskan ketahanan kinerja ekonominya di tengah berbagai krisis, sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku usaha AS yang beroperasi di Asia Tenggara.
Di hari yang sama, Gubernur BI juga bertemu dengan Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF, Dan Katz. Mereka membahas perkembangan geopolitik dan ketidakpastian global yang tinggi. Diskusi menyoroti bahwa risiko global tidak hanya berasal dari harga minyak, tetapi juga dari potensi dampaknya terhadap rantai pasok global.
Oleh karena itu, penyesuaian kebijakan tidak hanya harus fokus pada indikator yang sudah terlihat, tetapi juga pada kemampuan untuk mengantisipasi risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi.
"Selaras dengan tiga faktor kunci tadi, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan komunikasi dengan investor global untuk menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang meningkat," tegas Perry.