Dewan Perdamaian Trump Harus Akhiri Pembantaian Israel di Gaza

loading…

Keadaan masih memprihatinkan meski sudah ada gencatan senjata di Gaza. Foto/anadolu

JALUR GAZA – Hamas mendesak “Dewan Perdamaian” milik Presiden Donald Trump untuk memaksa Israel menghentikan “pelanggaran terus-menerus” terhadap kesepakatan Gaza yang dimediasi Amerika Serikat bulan Oktober kemaren. Seruan ini disampaikan saat pertemuan resmi pertama dewan yang kontroversial ini berlangsung di Washington pada hari Kamis.

Sedangkan warga Palestina yang terkepung di daerah konflik masih menunggu fase kedua dari perjanjian perdamaian untuk sepenuhnya berlaku. “Perang genosida terhadap Jalur Gaza masih berjalan – melalui pembunuhan, pengusiran, pengepungan, dan kelaparan – yang belum berhenti sampai sekarang,” kata juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataan video.

Lebih dari 600 warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel di Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel dimulai pada 10 Oktober 2025, menurut keterangan Kementerian Kesehatan.

Setidaknya 1.600 orang lainnya luka-luka akibat tembakan, penembakan, dan serangan udara dari Israel.

Hentikan Pengepungan
Qassem juga menyerukan kepada dewan Trump untuk memfasilitasi masuknya komite teknokrat pilihan untuk memerintah Jalur Gaza yang hancur – dan memulai usaha rekonstruksi besar-besaran untuk “mengakhir penderitaan penduduk”.

“Kami menyerukan dicabutnya pengepungan di Gaza dan dibukanya perlintasan, dan tidak puas dengan pembukaan yang sebagian dan minimal… serta pelanggaran yang dilakukan okupasi terhadap para pelancong,” ujarnya.

MEMBACA  Pengadilan Bandung Sementara Izinkan Trump Pertahankan Garda Nasional di LA

Tinggalkan komentar