Defisit APBN di Bawah 3 Persen Sulit Dipertahankan, Airlangga Siapkan Tiga Skenario Terburuk

loading…

Menko Airlangga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ambang batas defisit APBN 3% kini sangat sulit dipertahankan karena gejolak geopolitik global. Foto/Dok

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tantangan berat dalam menjaga postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Menko Airlangga mengatakan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa batas defisit APBN 3% sekarang sangat susah untuk dipertahankan akibat ketidakstabilan geopolitik dunia.

Menurut Airlangga, menjaga defisit tetap dibawah 3 persen akan membawa konsekuensi besar terhadap rencana pembangunan nasional. “Artinya, berbagai skenario defisit sulit dipertahankan kecuali kita mau memotong belanja dan pertumbuhan,” ujar Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jumat (13/3/2026).

Pemerintah telah menyiapkan tiga simulasi berdasarkan fluktuasi harga minyak mentah dan nilai tukar Rupiah yang terus tertekan. Skenario Pertama, harga minyak USD86 per barel dengan kurs Rp17.000 per dolar AS. Dalam kondisi ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,3%, suku bunga SBN 7,2%, dan defisit mencapai 3,18%.

Skenario Kedua, harga minyak naik ke USD97 per barel dengan kurs Rp17.300 per dolar AS. Pertumbuhan ekonomi diprediksi melambat menjadi 5,2% dengan defisit membengkak jadi 3,53%.

MEMBACA  Dengan Situasi Geopolitik yang Meningkat, Pertamina Patra Niaga Menjamin Keamanan Pasokan BBM Nasional

Tinggalkan komentar